Puasa Sehat di Bulan Ramadan dengan Food Combining

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Ilustrasi Buka Puasa. shutterstock.com
Ilustrasi Buka Puasa. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta -Perilaku hidup sehat penting dilakukan agar tubuh tetap fit saat puasa di bulan Ramadan dan salah satu metode yang bisa diterapkan yakni dengan melakukan food combining.

Apa Itu Food Combining?

Melansir Healthline, food combining adalah pengkombinasian satu jenis makanan dengan jenis makanan lain berdasarkan aturan tertentu. Prinsip ini berpijak pada gagasan bahwa kombinasi makanan yang tepat akan memberikan manfaat yang baik.

Sementara kombinasi makanan yang tidak tepat dapat menyebabkan efek negatif pada kesehatan dan pencernaan.

Prinsip food combining pertama kali muncul dalam pengobatan Ayurveda di India kuno dan menjadi populer pada pertengahan 1800-an dengan istilah “tropologi” atau ilmu menggabungkan makanan.

Pada awal 1900-an, food combining dihidupkan kembali oleh Hay diet. Sejak itu, food combining menjadi praktik populer yang didukung oleh banyak ahli di dunia kesehatan dan kebugaran.

Diet food combining akan membagi makanan ke dalam kelompok yang berbeda, misalnya karbohidrat dan pati, buah-buahan, sayuran, protein, dan lemak. Beberapa juga mengklasifikasikan makanan dalam kelompok asam, basa, atau netral.

Manfaat Food Combining Saat Puasa Ramadan

Mengutip buku Food Combining di Bulan Ramadan yang ditulis oleh Erikar Lebang, food combining mempelajari terlebih dahulu bagaimana cara sistem selama bekerja, baru kemudian memberikan menu makan yang tepat berdasarkan cara kerja sistem tersebut.

Selepas bangun tidur sahur bulan Ramadan, pelaku food combining bisa meminum segelas air hangat dengan perasan jeruk lemon atau nipis untuk memberikan tonik atau penguat pada liver.

“Liver yang sehat akan membuat proses pembersihan sistem cerna serta daur ulang sel menjadi maksimal,”tulis Erikar.

Saat sahur, Erikar merekomendasikan untuk memulai waktu makan sekitar 20-30 menit dari waktu normal dengan mengonsumsi buah terlebih dahulu. Pasca makan buah, pelaku food combining bisa mengonsumsi menu karbohidrat atau pati.

Jenis makanan tersebut lebih mudah dicerna dibanding protein hewani sehingga dapat membuat tubuh lebih bugar, bertenaga, tidak mudah lapar, dan jauh dari rasa kantuk.

Saat berbuka, sebaiknya awali dengan meminum segelas air berhawa sejuk agar tubuh cepat terhidrasi. Setelah itu, Erikar juga merekomendasikan untuk mengonsumsi buah-buahan segar terlebih dahulu. Jika ada hidangan berbuka tambahan, usahakan untuk mengonsumsinya setelah jeda 15-20 menit.

Untuk makan malam, menu food combining sebaiknya dibuat sederhana. Sesuaikan jenis makanan yang akan dikonsumsi dengan kebutuhan tubuh. Hal tersebut bertujuan agar tidak menyulitkan tarawih ataupun mengganggu waktu tidur.

SITI NUR RAHMAWATI
Baca: Kiat agar Diet Sukses