JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 1 Agustus 2021

Laris Manis Keranjang Parsel Rotan

Reporter :

Editor : Yandi M rofiyandi TNR


Minggu, 21 Juli 2013 04:05 WIB

Kerajinan rotan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO.CO, Pekanbaru--Jemari Sugianto ,52 Tahun, piawai menjalin rotan. rotan-rotan itu dianyam menjadi sebuah keranjang kecil. Kemudian keranjang itu ia amplas agar permukaan menjadi licin lalu dilumuri dengan cairan pernis.

"Ini keranjang parsel untuk lebaran," ujarnya, kepada Tempo, saat dijumpai di kios rotan Dona miliknya di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Rumbai, Jumat, 19 Juli 2013. Sugianto adalah seorang pengrajin rotan di Rumbai. Berbagai perlengkapan rumah tangga di produksi seperti kursi, meja, keranjang, tudung saji dan mainan anak.

Daerah Rumbai memang dikenal sebagai pusat kerajinan rotan di Pekanbaru. Para pengrajin tampak sibuk menganyam rotan sesuai pesanan konsumen, sejak bulan ramadhan ini orderan kerajinan rotan jauh mengalami peningkatan dibanding hari biasa.

Sugianto mengatakan tingginya peminat kerajinan rotan sudah terjadi sejak awal puasa lalu. Pasalnya konsumen membutuhkan perlengkapan rumah tangga berbahan rotan ini saat hari raya Idul Fitri nanti. "Jelang lebaran ini pesanan semakin banyak," ujar mantan Ketua Asosiasi Pengrajin Rotan ini.

Meningkatnya pesanan kerajinan rotan diiringi meningkat pula penghasilan para pengrajin. Kata Sugianto, jika hari biasa dia hanya memperoleh omset dalam satu bulan Rp 15 juta, saat bulan puasa ini ia bisa memperoleh penghasilan dua kali lipat dari hari biasanya yakni Rp 30 juta perbulan.

Sugianto mengatakan jenis kerajinan rotan yang diminati masyarakat jelang Idul Fitri ini adalah keranjang parsel. Jika hari biasa ia hanya memproduksi keranjang parsel 50 buah sampai 100 buah perbulan, namun sejak awal puasa ini Sugianto sudah memproduksi sebanyak 2000 buah keranjang parsel. Kata Sugianto, Keranjang parsel tersebut banyak diminati oleh Toko Parsel dan perkantoran.

Harga yang ditawarkan bervariasi, tergantung ukuran dan model anyaman. Harga satu keranjang parsel dibanderol Rp 80 ribu hingga Rp 300 ribu rupiah. Jika yang berbentuk rak-rak parsel ditawar dengan harga Rp 15 ribu hingga Rp 30 ribu, tergantung banyak tingkatan rak-rak parsel tersebut.

Peningkatan permintaan juga dialami kerajinan rotan jenis tudung saji, dalam sehari ia bisa menjual tudung saji sebanyak 10 buah hingga 15 buah perhari. Harga yang ditawarkan juga bervariasi dari Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu rupiah.

Sementara untuk permintaan kursi, meja dan mainan anak-anak seperti kuda-kudaan berjalan relatif normal seperti hari biasa. Harga 1 kursi rotan jenis kursi gajah dibanderol Rp 3 juta, sedangkan 1 kursi kobra panjang Rp 2 juta. Untuk 1 buah Mainan anak-anak jenis kuda-kudaan ditawari dengan harga Rp 200 ribu.

Sugianto bersyukur tidak terjadi kendala dalam persediaan bahan baku rotan. "Alhamdulillah bahan baku lancar," ujarnya. Jika bahan baku di Pekanbaru seret, ia bisa memesan bahan baku rotan dari Sumatra Barat.

Sugianto mengaku jelang hari raya Idul Fitri ini lebih banyak menerima orderan keranjang parsel mencapai 2000 buah, akibatnya ia terpaksa menyerap banyak tenaga kerja untuk menyelesaikan permintaan konsumen sebelum Idul Fitri yang tinggal dua pekan lagi. Saat ini Sugianto sudah mempekerjakan 20 orang pengrajin. "Saking banyaknya saya sendiri juga ikut bekerja," ujar pemilik tiga buah kios kerajinan rotan ini.

RIYAN NOFITRA

Terhangat:Bentrok FPI | Bisnis Yusuf Mansyur | Aksi Liverpool di GBKBaca juga:Buka Puasa Bersama, Istri Uje Masih MenangisIvan Gunawan: Cukup Tiga KurmaRamadan Jazz, Tahun Lalu Shena Jadi Pembawa MinumJalur Alternatif Cijapati-Garut Layak Dilewati

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 1 Agustus 2021