Puasa Ramadan, Jangan Lupa Perhatikan Asupan Air Putih yang Tepat

Reporter:
Editor:

Yayuk Widiyarti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita berhijab minum air. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita berhijab minum air. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada teori yang mengatakan bahwa selama berpuasa Ramadan setidaknya seseorang harus mengonsumsi delapan gelas air putih per hari untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Benarkah demikian?

    Menurut Tanya van Aswegen, pakar diet klinis di Klinik Valiant Dubai, Uni Emirat Arab, jumlah asupan cairan yang dibutuhkan setiap orang tidak bisa dipatok delapan gelas per hari karena jumlah asupan cairan yang dibutuhkan setiap orang berbeda-beda, bergantung pada usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas harian.

    Baca juga:
    Pilihan Olahraga saat Puasa Ramadan, Jalan Kaki hingga Bersepeda
    Serunya Umat Hindu di Kendari Berbagi Takjil Ramadan

    Dr. Nacrin Uddin, dokter keluarga dan konsultan di Medcare Medical Centre, Inggris, menjelaskan berpuasa tidak berarti kebutuhan cairan tubuh meningkat sebab tubuh akan menyesuaikan diri secara alami.

    “Asupan cairan yang diperlukan tubuh tidak meningkat selama Ramadan. Cairan tubuh tetap akan berkurang secara perlahan melalui urine, kulit, dan ketika bernapas dan berkeringat. Tubuh kita secara berangsur-angsur akan beradaptasi selama Ramadan sehingga akan lebih banyak air yang disimpan dan siap untuk berpuasa,” urai Nacrin Uddin.

    Dan perlu diingat, sekitar 20 persen dari asupan cairan juga berasal dari makanan yang kita makan, meskipun sebagian besar tergantung pada asupan cairan tambahan (80 persen) dari air, teh, kopi, susu, dan cairan lain.

    AURA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.