JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Selasa, 27 Juli 2021

Nikmatnya Berbuka dengan Mi Aceh dan Air Kelapa

Reporter :

Editor : Untung Widyanto koran


Jumat, 24 Juni 2016 05:11 WIB

Mie Aceh Kepiting ala RM Mie Razali, Banda Aceh. TEMPO/Rully Kesuma

TEMPO.CO, Banda Aceh - Saban hari, menjelang waktu berbuka puasa, warung-warung mi Aceh di Banda Aceh diserbu pembeli. Makanan khas daerah itu menjadi menu favorit yang disantap saat berbuka puasa.

Salah satu warung mi Aceh yang ramai dikunjungi warga adalah warung Mie Bireuen di Ulee Kareng, Banda Aceh. "Kami mulai buka pukul lima sore. Biasanya pembeli ramai sekitar pukul enam, kurang satu jam dari waktu berbuka," ujar Muntasir, pemilik warung, Kamis, 23 Juni 2016.

Menurut dia, mi Aceh yang dipesan pengunjung menjelang berbuka umumnya mi goreng. Pengunjung juga ramai berdatangan seusai tarawih sampai tengah malam. "Kalau makan di sini seusai tarawih, biasanya mi rebus," tuturnya.

Tempat yang tak kalah ramai diserbu pembeli adalah warung Mie Lala, Mie Razali, Mie Midi, dan warung-warung kopi yang menjual mi Aceh. Warung tersebut tersebar di semua pelosok ibu kota Aceh.

Mi Aceh memang khas. Bedanya dengan mi lainnya terletak pada bentuknya. Mi yang terbuat dari tepung berwarna kuning, atau kerap disebut mi kuning, ini diolah tanpa bahan pengawet. Ukurannya sedikit lebih besar dari mi biasa. Mungkin mirip mi hokkian atau spageti.

Meraciknya pun tak susah. Muntasir mengatakan bahan dasar yang digunakan hanya mi kuning dan bumbu. Dalam bumbu itu terletak rahasia mi Aceh.

Bumbunya terdiri atas rempah-rempah, cabai, bawang putih, kemiri, bawang merah, dan kacang tanah. Tak lupa ditambahi sedikit lada. Bumbu digiling halus. Warnanya merah.

Saat memasak mi Aceh, penjual kerap mencampurkan daging, udang, dan kepiting yang semakin menggugah selera. Rasanya dijamin makin maknyus. Bisa ditambah acar, irisan bawang, dan kerupuk melinjo saat menyantapnya.

Heni, penggemar mi Aceh, mengatakan menu itu selalu didambanya saat berbuka puasa. "Biasanya saya memesan yang tidak terlalu pedas. Karena, kalau pedas, kurang nyaman," ujarnya. "Sangat nikmat kalau dibarengi dengan segelas air kelapa muda," tuturnya.

ADI WARSIDI

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Selasa, 27 Juli 2021