JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Jumat, 30 Juli 2021

Puasa di Negara Ini sampai 21 Jam  

Reporter :

Editor : Mohammad Reza Maulana


Senin, 6 Juni 2016 19:13 WIB

Aksi simpatik warga kepada para migran timur tengah di Kopenhagen, Denmark, 7 Oktober 2015. Denmark untuk sementara menghentikan operasi seluruh kereta rel dengan Jerman setelah polisi mencegat ratusan pengungsi di perbatasan. REUTERS/Soeren Bidstrup

TEMPO.COLondon - Puasa Ramadan tahun ini menjadi puasa yang paling menantang dalam 30 tahun terakhir bagi muslim di belahan bumi utara. Seperti dilansir situs berita Inggris, The Guardian, akhir pekan lalu, waktu musim panas tahun ini yang lebih panjang memaksa muslim hanya memiliki waktu beberapa jam untuk berbuka puasa sampai makan sahur. Matahari akan terbit lebih awal dan terbenam lebih lambat. Sebaliknya, jika puasa berbarengan dengan musim dingin, waktunya akan menjadi lebih pendek.

Situs web ummid.com, yang mengutip data terakhir peta jam puasa di penjuru dunia pada akhir pekan lalu, menyebutkan warga muslim Denmark pada tahun ini harus kembali menjalankan ibadah puasa dengan waktu terpanjang di dunia: 21 jam per hari. Negara-negara lain yang juga harus menjalankan puasa cukup lama, yakni 20 jam per hari, adalah Islandia, Swedia, dan Norwegia.

Warga beberapa negara di Eropa, seperti Belgia dan Belanda, tahun ini harus berpuasa selama 18 jam 30 menit. Di Spanyol selama 17 jam 30 menit serta Inggris dan Jerman 16 jam 30 menit. Adapun puasa di Amerika Serikat, Prancis, dan Italia akan berlangsung selama 16 jam. Wilayah Timur Tengah menjalankan puasa selama 14–16 jam.

Muslim yang tinggal di belahan bumi selatan memiliki kelapangan menjalankan puasa lebih pendek. Negara dengan waktu puasa terpendek tahun ini adalah Argentina, yakni 9 jam 30 menit. Warga di Australia juga hanya akan berpuasa selama 10 jam, Afrika Selatan 10 jam 30 menit, Brasil 11 jam, dan Meksiko 13 jam 20 menit. Dalam kalender Masehi, tanggal 1 Ramadan biasanya maju 10–11 hari setiap tahun dalam siklus 33 tahun.

“Kita sudah merasakan puasa dengan waktu yang panjang tahun lalu. Namun tahun ini sepertinya lebih menantang,” ujar Ibrahim Mogra, Asisten Sekretaris Umum Dewan Muslim Inggris.

Menurut Mogra, puasa dengan waktu panjang tahun ini adalah bagian dari pengalaman tak terpisahkan dan harus dijalani. “Beberapa orang akan mendapat pengecualian, seperti manula dan orang yang sedang dalam pengobatan,” dia mengungkapkan.

Di kawasan Britania Raya, warga muslim yang tinggal di Scottish Highlands, Skotlandia, menjalani puasa dengan waktu terpanjang. “Di Highlands, cahaya matahari tidak benar-benar tenggelam, situasi masih tampak senja dan tak kunjung gelap,” ujar Waheed Khad, seorang dokter rumah sakit di Inggris.

Beruntung, banyak perusahaan di Inggris yang memberi kelonggaran bagi pegawainya yang berpuasa. Di antaranya, pergantian jam kerja dilakukan lebih awal ketika pegawainya masih memiliki energi cukup dan memberi waktu ke luar kantor bagi pegawai untuk beribadah. “Banyak juga muslim yang menyimpan hari liburnya untuk diambil saat Ramadan. Jadi mereka tidak perlu bekerja penuh saat Ramadan,” ucap Mogra.

ABDUL MALIK

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Jumat, 30 Juli 2021

Terpopuler