JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Kamis, 5 Agustus 2021

KAI Targetkan Nol Kecelakaan Selama Masa Angkutan Lebaran

Reporter :

Editor : Rully Widayati


Jumat, 3 Juni 2016 23:01 WIB

Bola besi yang akan di pasang untuk menghalangi penumpang menaiki atap gerbong kereta api di jalur kereta api Tambun-Bekasi, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (17/1). Setelah akan mengancam akan menghukumpidanakan, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) mencoba cara baru dengan memasang penghalang berupa bola besi untuk meminimalisir penumpang bandel yang naik di atap gerbong. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian (Sesditjenka) Kementerian Perhubungan Popik Montanasyah mengatakan PT Kereta Api Indonesia menargetkan nol kecelakaan (zero accident) selama masa angkutan Lebaran 2016.

"Bapak Menteri Perhubungan meminta seluruh pergerakan transportasi baik darat, laut, udara, dan kereta api untuk mewujudkan zero accident selama masa angkutan Lebaran 2016," katanya usai menginspeksi Stasiun Jember, Jawa Timur, Jumat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjut dia, PT Kereta Api Indonesia sebagai operator dan personelnya dari Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan turun bersama-sama untuk memastikan prasarana, sarana, dan regulasi dipatuhi dengan benar, serta sumber daya manusianya siap melaksanakan tugasnya dengan baik.

"Sebenarnya pengecekan sudah dilakukan secara rutin, namun kami ingin memastikan untuk melakukan pengecekan sarana menjelang masa angkutan Lebaran 2016, sehingga turun ke lapangan," katanya.

Semua personel disiagakan untuk mewujudkan zero accident, sehingga semua pihak diharapkan untuk mematuhi aturan yang sudah ditetapkan karena sarana dan prasarana untuk menunjang keselamatan penumpang juga sudah diperbaiki.

"Kami juga akan memastikan bahwa personel yang di lapangan juga harus menjalankan tugasnya sesuai regulasi dan SDM yang ada sesuai dengan kompetensinya. Kalau hal itu dijalankan, maka nol kecelakaan itu bisa diwujudkan," ujarnya.

Terkait dengan kereta api yang mengangkut kendaraan roda dua atau sepeda motor, Popik mengatakan setiap harinya ada tujuh rangkaian kereta barang yang mengangkut kendaraan para pemudik selama masa angkutan Lebaran.

"Sepeda motor yang diangkut sebanyak 15.200 unit per hari untuk keberangkatan 7 hari sebelum dan tujuh hari sesudah hari H Lebaran," katanya.

PT KAI melakukan inspeksi untuk mempersiapkan pelaksanaan angkutan Lebaran tahun 2016 di sepanjang jalur dan sarana setiap masing-masing daerah operasi (daop) di wilayah utara dan selatan Jawa, sejak Rabu (1 Juni 2016) hingga Jumat (3 Juni 2016).

Inspeksi di wilayah Daop IX Jember dipimpin oleh Direktur Operasi PT Kereta Api Indonesia (KAI) Apriyono Wedi Cresnanto yang memantau prasarana dan sarana di Stasiun Jember hingga Banyuwangi.

Sementara Manajer Humas PT KAI Daop IX Jember Krisbiyantoro mengatakan perbaikan sarana di sepanjang Kabupaten Pasuruan hingga Banyuwangi sudah dilakukan untuk kenyamanan penumpang selama masa angkutan Lebaran.

"Kami juga berusaha mewujudkan zero accident di wilayah Daop IX Jember, sehingga keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama dalam masa angkutan Lebaran 2016," tuturnya.

Kereta api yang beroperasi di wilayah Daop IX yakni KA Mutiara Timur jurusan Banyuwang-Surabaya, KA Logawa jurusan Jember-Purwokerto, KA Sritanjung jurusan Banyuwangi-Lempuyangan Yogyakarta, KA Tawangalun jurusan Banyuwangi-Malang, KA Probowangi jurusan Banyuwangi-Surabaya, dan KA Pandanwangi jurusan Jember-Banyuwangi.

ANTARA

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Kamis, 5 Agustus 2021