JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 25 Juli 2021

Kreatif, Jembatan Timbang Disulap Jadi Rest Area Mudik

Reporter :

Editor : Hadriani Pudjiarti


Rabu, 8 Juli 2015 01:27 WIB

Pembangunan rest area km121-122 di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), Purwakarta, Jawa Barat, 18 Juni 2015. Sejak diresmikan, tol yang menjadi jalur alternatif mudik ini masih memiliki sejumlah kekurangan. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

TEMPO.CO, Bojonegoro - Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyediakan dua rest area untuk mudik Lebaran 2015. Lokasinya di Kantor Pengujian Kendaraan dan di Kantor Jembatan Timbangan di Bojonegoro.Tempat istirahat itu di jembatan timbang kendaraan di Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno—sekitar 28 kilometer arah timur Kota Bojonegoro.

Rest area lainnya di Kantor Unit Pelayanan Teknis Pengujian Kendaraan Bermotor (UPT-PKB) Lalu Lintas Angkutan Jalan di Kalianyar, sekitar 5 kilometer arah timur Kota Bojonegoro. Fasilitasnya mulai dari ruang pendingin, cek kesehatan, musalah, minum, tek dan juga kopi gratis.

Selain itu, petugas juga menyediakan takjil berupa makanan ringan seperti kurma dan sejenisnya. Ada juga ruang hiburan, seperti karaoke yang digunakan untuk pemudik. Layanan rest area dimulai H-7 hingga H+7 selama Lebaran 2015.

Menurut Kepala Terminal Rajekwesi Bojonegoro, Sentot Sugeng, dua rest area sebenarnya akan ditempatkan di sekitar terminal. Tetapi, karena di kawasan Terminal Rajekwesi untuk Pos Pengamanan, sehingga lokasi rest area digeser ke arah timur jurusan ke Surabaya. “Lokasinya sedang dipersiapkan,” ujarnya pada Tempo Selasa 7 Juli 2015.

Rest area di Jalur Bojonegoro-Babat, Lamongan berjarak sekitar 36 kilometer, adalah urat nadi penting bagi pemudik Lebaran. Jalur tersebut, berada di tengah-tengah, yang menghubungkan, antara Kota Semarang, Jawa Tengah dan ke Surabaya, Jawa Timur. Jalur tersebut, kerap menjadi jalan alternative, untuk menghindari kemacetan. Terutama, para pemudik yang memanfaatkan jalur di Pantai Utara -dari Semarang-Demak-Kudus-Rembang-Tuban-Lamongan-Gresik-Surabaya.

Sedangkan jalur tengah, yang melewati Rembang-Blora, Jawa Tengah-bisa langsung menuju ke Cepu, dan kemudian lewat Bojonegoro-Babat, Lamongan-Gresik hingga ke Surabaya. Jalan di jalur tengah relative sudah lebar, dengan ukuran rata-rata Lebaran jalan 10 meter. ”Jalannya, sudah bagus,” ujar Sukarno,54 tahun, kondektur perusahaan oto bus jurusan Cepu-Bojonegoro-Surabaya, pada Tempo Selasa 7 Juli 2015.

Di Kabupaten Tuban juga disediakan sedikitnya 16 Pos Pengamanan untuk Mudik Lebaran 2015. Dari 16 pos itu, tiga di antaranya, berada di Kecamatan Bancar, Kota dan Widang, Tuban. Fasilitasnya, mulai dari tempat istirahat, kesehatan, tim petunjuk jalan dan juga fasilitas lain, seperti makanan.

”Kita sediakan di beberapa titik pos di Tuban,” ujar Kepala Satuan Lalulintas Kepolisian Resort Tuban Ajun Komisaris Polisi M Faqih pada Tempo, kemarin. Dia menyebut, jalur Pantura dari Tuban-hingga Babat, Lamongan -sekitar 64 kilometer, adalah jalur padat di lintas Utara. Polisi menerjunkan pengamanan ekstra dan di luar itu, ada juga jalur alternatif yang menghubungkan Tuban-Rengel-Bojonegoro.

SUJATMIKO

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 25 Juli 2021

Terpopuler