JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Jumat, 6 Agustus 2021

Punya Asam Lambung? Ini Rekomendasi dan Larangan Menu Buka-Sahur

Reporter : Antara

Editor : Ali Akhmad Noor Hidayat


Jumat, 16 April 2021 17:32 WIB

Warga membeli makanan untuk berbuka puasa di Pasar Takjil Benhil, Jakarta, Selasa, 13 April 2021. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO, JakartaDokter spesialis penyakit dalam (gastroenterologi) dari RSCM-FKUI Prof.Dr.dr. Ari Fahrial Syam mengingatkan kepada penderita penyakit asam lambung yang berpuasa agar memilih makanan yang ramah untuk lambung, misalnya rebusan sayur atau makanan manis rendah lemak.  

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu mengimbau untuk menghindari konsumsi makanan yang terasa asam, pedas, berlemak tinggi terutama pada saat sahur.

"Kurangi konsumsi makanan yang dapat memicu meningkatnya asam lambung. Karena lemak tinggi yang terdapat pada makanan bersantan, susu, jeroan, makanan yang digoreng, serta daging, dapat memperberat cara kerja lambung sehingga puasa menjadi tidak nyaman," kata Ari kepada ANTARA, Jumat 16 April 2021.

Makanan berjenis "clean food" seperti sayur yang direbus atau protein rendah lemak yang dikukus atau dibakar, serta makanan tanpa rasa pedas dan asam bisa menjadi pilihan sebagai menu sahur. Pasalnya, makanan yang berlemak, pedas serta asam hanya akan memperburuk kondisi lambung.

"Konsumsi makanan tinggi lemak saat sahur dapat membebani lambung. Nantinya jam 8 pagi perut mulai terasa tidak nyaman, begah istilahnya. Jadi malah mengganggu ibadah puasa," jelas Ari.

"Kemudian saat berbuka, baru bisa konsumsi makanan berlemak seperti kolak, gulai atau rendang, tapi yang mindful ya, jangan berlebihan. Kalau mau konsumsi susu sebaiknya susu rendah lemak saja supaya aman," tambah Ari.

Selain itu kurangi konsumsi daging berlebihan pada bulan Ramadan. Pasalnya konsumsi daging berlebihan dapat meningkatkan kadar lemak di lambung sehingga proses pengosongan lambung menjadi terhambat.

"Inilah yang menyebabkan perut terasa tidak nyaman seperti begah. Intinya, pengendalian diri. Ibadah puasa Ramadhan tidak hanya mengajarkan kita untuk lebih rajin beribadah namun juga pengendalian diri. Ini bisa jadi obat mujarab bagi si penderita asam lambung," kata Ari.

Ia menambahkan, makanan ringan atau jenis minuman manis rendah lemak bisa jadi pilihan menu berbuka. "Setelah itu bisa sholat maghrib dulu, selesai sholat baru makan berat. Tujuannya ini supaya lambung tidak kaget, makan beri makanan secara bertahap tapi tetap tidak berlebihan," kata Ari.

Kesimpulannya, kata dia, para penderita penyakit GERD atau asam lambung tak perlu takut untuk berpuasa. "Kalau merasa lambung tidak nyaman, sehari sebelum puasa dan sebelum sahur bisa minum obat terlebih dahulu," ujar Ari. Rasa tidak nyaman itu dikatakan Ari biasanya hanya terjadi tujuh hingga sepuluh hari di awal puasa, namun kemudian kondisi tubuh akan beradaptasi dan mulai nyaman menjalani puasa tanpa memerlukan bantuan obat.

BACA: 5 Perkara ini Harus Diperhatikan Penderita Maag Saat Puasa Ramadan

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Jumat, 6 Agustus 2021