Panduan Mengonsumsi Air Lemon selama Puasa Ramadan

Reporter

Ilustrasi jus lemon. boldsky.com
Ilustrasi jus lemon. boldsky.com

TEMPO.CO, Jakarta - Vitamin C pada lemon termasuk antioksidan bagi tubuh. Asupan vitamin C harian akan membawa manfaat yang baik dan menjaga daya tahan tubuh dari penyakit musiman, seperti flu dan batuk-pilek.

Selain sebagai antioksidan, lemon juga mengandung kalium yang baik untuk pengidap penyakit jantung. Kalium juga mampu memberikan efek tenang bagi pikiran manusia sehingga sari buah ini banyak dimanfaatkan sebagai terapi stres, depresi, dan beragam penyakit lain.

Senyawa dalam buah lemon juga dapat membantu menstabilkan tekanan darah tinggi dalam tubuh. Banyak manfaat pada sari lemon untuk kesehatan tubuh serta meningkatnya animo masyarakat dalam mengonsumsi sari buah tersebut.

Selama puasa Ramadan, air lemon bisa menjadi alternatif sahabat nutrisi dalam menjaga kesehatan tubuh. Berikut tips konsumsi sari lemon dari De Lemona untuk yang berpuasa.

-Minum air putih atau makan kurma sebelum minum air lemon.

-Saat Ramadan, minum air lemon tepat sebelum makan besar.

-Air lemon juga baik diminum 30-60 menit sebelum sikat gigi setelah buka puasa karena setelah berbuka puasa, air lemon yang mengandung antioksidan dan serat pektin bisa menahan nafsu makan berlebihan, melancarkan pencernaan, serta membuang racun tubuh.

-Minum sari lemon saat sahur dengan dicampur air hangat.

Teguh Kurnia, bagian pemasaran minuman De Lemona mengatakan air lemon bisa diminum langsung dan ada juga yang digunakan sebagai masker wajah. Hasilnya beragam, mulai dari menghilangkan sembelit, berat badan turun, wajah lebih cerah, dan lain sebagainya.

Baca juga: Memahami Waktu yang Tepat Minum Air Lemon