H - 7, Arus Mudik Roda 2 Menuju Merak Mulai Lintasi Kota Serang

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemudik sepeda motor menuju kapal

    Pemudik sepeda motor menuju kapal "Roll on-Roll off" (RoRo) untuk menyeberangi Selat Sunda di Pelabuhan Merak, Banten, 23 Juni 2017. Pada H-2 Lebaran Pelabuhan Merak dipadati para pemudik baik yang menggunakan sepeda motor, bus, maupun mobil pribadi. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Serang - Arus mudik kendaraan roda dua dari arah Jakarta dan Tangerang menuju Merak mulai ramai melintasi Kota Serang pada H-7 lebaran 2019 di Serang, Rabu, 29 Mei 2019.

    Baca juga: Arus Mudik, Polisi Pastikan Proyek di Tol Cikampek Stop Sementara

    Peningkatan volume kendaraan roda dua tersebut tampak memadati ruas jalan utama Kota Serang sejak Rabu mulai jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal Ahmad Yani hingga Jalan Veteran Kota Serang.

    Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan, berdasarkan pemantauan di Pelabuhan Merak Cilegon, gelombang arus mudik lebaran pada H-7 pada siang hari belum terlihat peningkatan yang signifikan, namun demikian sudah ada sedikit penambahan dibanding hari biasanya. "Ada peningkatan tapi masih kecil," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten Tri Nurtopo.

    Dinas Perhubungan Banten memprediksi jumlah pemudik kendaraan bermotor yang melalui Pelabuhan Merak pada arus mudik lebaran Tahun 2019 sekitar 105.294, naik dari arus mudik 2018 lalu yang mencapai 100.280 kendaraan roda dua.

    Memasuki H - 7 arus mudik, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Banten Ajun Komisaris Besar Edy Sumardi mengunjungi Pelabuhan Merak untuk pengecekan jalur pengamanan hingga survei rute lalulintas hingga kepadatan volume kendaraan.

    Selain mengecek pengamanan jalur penyeberangan, Polda Banten memeriksa jalur kendaraan bermotor dan melakukan rekayasa lalu lintas serta kesiapsiagaan personel pengamanan di setiap titik kemacetan maupun pengamanan pelabuhan Merak Banten.

    Edy mengimbau para pemudk untuk tetap selalu mematuhi rambu-rambu lalulintas dan jika ingin beristirahat bisa beristirahat di pos-pos mudik atau pos polisi yang sudah disediakan.

    "Sebelum meninggalkan rumah, pastikan selang tabung gas dicabut, matikan PDAM dan aliran listrik yang dapat menimbulkan bahaya, simpanlah barang berharga dan dokumen penting ditempat yang aman dan titipkan rumah kepada RT, RW atau babinkamtibmas maupun kerabat dekat yang tidak mudik untuk memastikan keamanannya,” kata Edy Sumardi.

    Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan manakala hendak meninggalkan rumah untuk mudik.

    "Aksi kriminalitas jelang hari raya raya seperti pencurian di rumah yang ditinggalkan penghuninya marak terjadi. Kami imbau kepada masyarakat, sebelum mudik untuk mengecek dengan betul kondisi jendela dan pintu rumah. Pastikan terkunci dengan benar untuk mencegah aksi pencurian," katanya.

    Sementara terkait imbauan ganjil genap di Merak, Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat membatalkan imbauan tersebut dan memberlakukan diferensiasi tarif atau tarif diskon dan naik di lintas Merak-Bakauheni selama puncak arus mudik dan arus balik lebaran Tahun 2019. 

    Baca berita Arus Mudik lainnya di Tempo.co

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.