JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Kamis, 6 Mei 2021

Ridwan Kamil Ikuti Peletakan Batu Pertama Masjid Rancangannya di Gaza

Reporter : Tempo.co

Editor : Iqbal Muhtarom


Minggu, 11 April 2021 11:26 WIB

Ridwan Kamil mengikuti peletakan batu pertama pembangunan Masjid Syeikh Ajlin di Gaza Palestina. Foto Twitter Ridwan Kamil

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dipercaya untuk membuat desain ulang Masjid Syaikh Ajlin Di Gaza, Palestina. Masjid yang sempat hancur pada tahun 2014 lalu. Peresmian desain masjid milik masyarakat Palestina itu dilakukan dari Gedung Pakuan, Kota Bandung bersama perwakilan dari Gaza, Palestina yang dilakukan secara daring, pada Rabu, 7 April 2021. Peresmian desain masjid tersebut juga sebagai tanda dimulainya pembangunan Masjid Syaikh ‘Ajlin.

Awalnya, pada Oktober 2018 lalu, Kang Emil, sapaan akrabnya, didatangi organisasi Aman Palestina yang membawa amanat dari warga Gaza. Amanat tersebut berisi pemintaan warga Palestina kepada Ridwan Kamil untuk mendesain ulang masjid mereka yang pernah hancur tersebut dan sekaligus melakukan penggalangan dana untuk pembangunan masjid.

Kemudian pada Januari 2019, Ridwan Kamil mengumumkan konsep desain pembangunan masjid untuk Gaza, Palestina hasil kerja sama dengan lembaga Aman Palestina itu kepada publik. Saat ditemui oleh Tempo di Masjid Salman ITB pada Minggu, 27 Januari 2019 lalu desain masjid tersebut merupakan aspirasi masyarakat Gaza, Palestina, yang masjidnya hancur akibat peperangan. Penggalangan dana pembangunan ulang masjid ini merupakan inisiatif dari organisasi Aman Palestina.

“Ada aspirasi dari masyarakat Gaza Palestina karena masjidnya hancur akibat peperangan, ini inisiatif Aman Palestin memberikan gagasan bagaimana kalau kita rakyat Indonesia, minimal Jawa Barat, untuk melakukan ‘udunan,’ memberikan bantuan membangun kembali masjid yang hancur itu,” kata Ridwan Kamil.

Menurut Gubernur Jawa Barat ini, desain masjid untuk Palestina tersebut, dipilih sesuai permintaan masyarakat Gaza. Ada empat desain yang Ridwan Kamil tawarkan, dari keempat desain tersebut kemudian para ulama dan masyarakat Gaza memilih desain masjid yang berkubah. Dalam sambutannya saat peresmian desain pada 7 April 2021 yang digelar secara virtual tersebut Ridwan Kamil mengatakan, masyarakat Gaza ingin memiliki masjid dengan desain yang memberi kesan kemajuan zaman, itulah alasan mereka memilih desain masjid tanpa kubah.

Rencananya, Masjid Syaikh ‘Ajlin ini akan dibagi menjadi dua bangunan dengan satu menara. Makna filosofis dari bangunan masjid tersebut menurut Ridwan Kamil, dua bangunan mencirikan hubungan antara manusia dengan alamnya, sementara menaranya mempresentasikan hubungan dengan Tuhan.

Rancangan desain Masjid Syeikh Ajlin di Gaza karya Ridwan Kamil. Foto Twitter Ridwan Kamil

“Ini pelajaran juga di negara sana mereka ingin masjid yang menyimbolkan kemajuan pada zamannya. Karena saya senang mensimbolisasi nilai Islam ke dalam geometri saya pilih tiga nilai tadi. Bahwa kita harus seimbang dalam hubungan kepada Allah, manusia dan mencintai alam,” kata Ridwan Kamil.

Ridwan Kamil menyebutkan, untuk dananya sendiri, pembangunan masjid itu membutuhkan biaya sekira Rp 20 miliar. Pemprov Jabar juga turut menyumbangkan dana Rp 2.85 miliar, selain itu juga ada dana bantuan dari Badan Wakaf Salaman sebesar Rp 1,9 miliar. Proyek pembangunan ulang Masjid Syaikh Ajlin di Gaza, Palestina itu rencananya rampung digarap dalam waktu dua tahun.

Ridwan Kamil merasa terharu saat menyampaikan sambutan dalam acara peresmian tersebut. Sebab, menurutnya membangun masjid di daerah konflik bukan hal yang gampang, berbeda jauh saat dirinya mendesain masjid di Indonesia. Pembangunan masjid di Gaza melalui perjalanan panjang dan emosional, “Perjalanannya memang emosional karena kalau saya mendesain masjid di Indonesia problemnya sedikit tidak terlalu masalah. Tapi di Gaza luar biasa makanya panjang. Jadi sebelum saya desain salatnya di tenda kawinan saking daruratnya, kena hujan kena angin tapi mereka tetap salat berjamaah,” ungkap Ridwan Kamil.

Untuk itu pihaknya menitipkan pesan atas nama kemanusiaan dan persatuan umat Islam untuk membantu pembangunan masjid tersebut dengan memberikan sedekah dan infak secara langsung maupun digital. “Saya sebagai gubernur tentu akan mengajak perusahaan orang yang punya kelebihan harta untuk turun. Jadi emosional karena situasinya sulit bisa membayangkan bertahun-tahun tidak salat di masjid,” kata Gubernur Jawa Barat itu.

HENDRIK KHOIRUL MUHID

 

KOMENTAR