JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Jumat, 6 Agustus 2021

Ramadan 2020, Jenis Makanan yang Baik dan Tidak untuk Buka Puasa

Reporter : Antara

Editor : Yayuk Widiyarti


Selasa, 28 April 2020 12:20 WIB

ilustrasi cokelat (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Beberapa jenis makanan sebaiknya dikonsumsi dan dihindari saat berbuka puasa demi kesehatan, termasuk menjaga level energi yang hilang selama Ramadan.

"Konsumsi makanan dengan Indeks Glikemik (GI) rendah harus seimbang dan setiap kelompok makanan harus ada, seperti sayuran, sereal, daging, produk susu, dan buah-buahan,” kata pakar diet klinis di Rumah Sakit Burjeel Abu Dhabi, UEA, Rahma Ali, dikutip dari Arabian Gazette.

Dia menyarankan makanan kaya kalium seperti kurma untuk berbuka puasa. Makanan ini tidak hanya membantu terhidrasi dengan cepat, tetapi juga memberi energi instan setelah berpuasa berjam-jam.

Selain itu, jangan lupakan asupan cairan yang cukup. Anda bisa meminum jus buah atau air yang banyak saat buka puasa dan sebelum tidur untuk menghindari dehidrasi.

Selain itu, kacang-kacangan seperti almond juga bagus untuk berbuka karena mengandung lemak baik yang penting, terutama ketika tubuh mendambakan lemak setelah berpuasa berjam-jam. Makanan ini bisa membantu merasa kenyang dan terkendali.

Makanan lain dari jenis sayuran, seperti mentimun, selada, dan lainnya yang kaya serat bersifat menghidrasi yang baik. Makanan ini membantu tubuh terasa dingin, bisa menjaga kesehatan kulit, dan menghindari sembelit selama Ramadan 2020.

Sebaiknya jangan minum minuman berkarbonasi. Cukup konsumsi air biasa dan atau air kelapa untuk mengusir dahaga. Selain itu, makanan tinggi gula seperti permen dan cokelat juga perlu dihindari karena merupakan sumber berat badan naik secara instan dan bisa menyebabkan kompleksitas jika dikonsumsi setiap hari. Hindari makanan yang digoreng secara berlebihan atau melebihi batas maksimal asupan lemak harian, yakni lima sendok makan.

“Puasa selama Ramadan dapat meningkatkan kesehatan seseorang, tetapi hanya jika dilakukan dengan cara yang benar. Jika tidak, maka bisa menyebabkan lebih banyak bahaya daripada kebaikan," tutur Ali.

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Jumat, 6 Agustus 2021