JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 16 Mei 2021

Makam Kuno Berusia 1.500 Tahun Jadi Kandidat 10 Temuan Arkeologi Terpenting 2020

Selasa, 13 April 2021 13:10 WIB

Makam kuno yang berusia lebih dari 1.500 tahun adalah kandidat untuk 10 penemuan arkeologi teratas China pada tahun 2020, yang akan diumumkan pada hari Selasa.

Makam dianggap paling mewakili prototipe bangunan tanah Tiongkok kuno. Terletak di pinggiran barat laut China Xi'an, ibu kota provinsi Shaanxi.

Institut peninggalan budaya dan arkeologi Xi'an membutuhkan waktu dua tahun untuk menggali tiga makam bermutu tinggi yang berasal dari periode Enam Belas Kerajaan (304-439), terkenal karena skalanya yang besar, tata letak khusus, dan struktur yang lengkap.

Tiga makam telah diberi kode oleh para arkeolog sebagai Desa Jiaocun-M25, Desa Jiaocun-M26 ??dan Desa Zhongzhao-M100.

Makam M25 terdiri dari sebuah terowongan, dua teras dan jalan setapak menuju ruang peti mati yang terbagi menjadi tiga bagian. Panjangnya 80,7 meter dan kedalaman 18 meter.

Di atas terowongan makam ada tiga bangunan dari tanah yang diukir rumit dengan gambar berwarna di permukaannya.

Di ruang peti mati, para arkeolog telah menemukan fragmen lukisan dinding yang menggambarkan ritual, prasasti, dan karakter. Mereka juga telah menemukan 68 benda peninggalan budaya termasuk sumur tembikar, gudang tembikar, lampu perunggu, prajurit tanah liat, dan kuda tembikar.

Makam M26 berukuran panjang 66,7 meter dan kedalaman 13,5 meter. Sayangnya, pernah terjadi perampokan.

Makam M100 berukuran panjang lebih dari 80 meter dan kedalaman 11,8 meter. Secara keseluruhan, 198 objek pemakaman telah digali dari makam tersebut.

Bentuk, struktur, dan tata letak keseluruhan dari ketiga makam dan objek pemakaman, tidak hanya memiliki ciri khas budaya tradisional Han, tetapi juga mewujudkan ciri unik budaya etnis minoritas. Ini memberikan referensi baru dan berharga untuk studi tentang pertukaran budaya dan harmoni dari berbagai etnis minoritas.

Video: Cina Central Television (CCTV+)
Editor: Ridian Eka Saputra

KOMENTAR