Tarawih di Masjid Raya Bogor 23 Rakaat dan Baca Al-Quran 1 Juz

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bima Arya dan Usmar Hariman. ANTARA FOTO/Jafkhairi

    Bima Arya dan Usmar Hariman. ANTARA FOTO/Jafkhairi

    TEMPO.CO, Bogor - Jemaah salat tarawih hari pertama Ramadan di Masjid Raya Bogor, Jawa Barat, membeludak. Mereka datang bersama keluarga dan kerabat. Pengurus masjid menetapkan salat tarawih di sini sebanyak 23 rakaat dengan bacaan satu juz ayat-ayat Al-Quran.

    Di antara jemaah yang ikut salat tarawih adalah Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman. Bima Arya mengajak warganya untuk mengisi Ramadan dengan beribadah secara khusyuk dan penuh ketakwaan.

    Baca juga:
    Jemaah Salat Tarawih Ramadan Padati Masjid Raya Baiturrahman

    "Karena Ramadan sebagai sarana pengukuhan iman dan benteng diri dari perbuatan-perbuatan yang merugikan," kata Bima setelah salat tarawih. Menurut Bima, Ramadan adalah cerminan dari ibadah seseorang. "Semoga kita tuntas puasanya dan mendapat berkah."

    Bima menjelaskan, Ramadan tahun ini sangat spesial bagi Kota Bogor, karena bersamaan dengan peringatan hari jadi Bogor ke-535. "Tahun ini akan banyak kemeriahan. Untuk pertama kalinya Ramadan berlangsung bersamaan dengan hari jadi Kota Bogor."

    Baca pula:
    Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1438 H Jatuh pada Sabtu Besok

    Menurut Bima, yang paling utama di awal Ramadan adalah rasa penuh syukur karena masih dipertemukan dengan bulan puasa. Sebaiknya Ramadan disambut dengan sukacita, dan diiringi dengan ibadah-ibadah wajib maupun sunah.

    "Jika semua menjalankan Ramadan secara khusyuk, maka berkahlah puasanya. Jika pejabat berkah puasanya, tidak ada lagi pejabat korupsi. Polisi berkah puasanya, tidak ada lagi polisi yang sewenang-wenang. Sopir angkot berkah puasanya, tidak ada lagi yang ngetem di jalanan," kata Bima.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.