JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Rabu, 30 November 2022

Jumlah Sumbangan di Maroko Selama Ramadan Turun

Editor : Suci Sekarwati


Warga mempersiapkan meja dan makanan untuk berbuka puasa bersama keluarga dan kerabat di pantai Rabat, Maroko, Sabtu, 9 Juni 2018. Mengisi ngabuburit, banyak warga Maroko yang berkunjung ke pantai selama Ramadan untuk menikmati angin Atlantik dan pemandangan laut. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)

TEMPO.CO, Jakarta - Ramadan, lumrahnya jadi waktu untuk meningkatkan amal dan kebaikan terhadap siapa pun yang membutuhkan. Acara bagi-bagi makanan, pakaian, uang, dan kumpul-kumpul buka puasa bersama biasanya sering dilakukan di bulan suci ramadan.

Akan tetapi, badan amal di Maroko melihat adanya penurunan sumbangan masyarakat di bulan ramadan ini. Sebuah platform media sosial menunjukkan angka lebih sedikit dari biasanya.

“Kami telah melihat penurunan yang signifikan dalam pengumpulan sumbangan. Orang-orang Maroko telah bermurah hati pada tahun ini, tetapi kurang dibanding sebelumnya,"  kata Aktivis Amal Ahmed kepada Arab News En Francais, dilansir, Rabu, 13 April 2022.

Menurut Ghayet, krisis Covid-19 dan dampaknya pada ekonomi, serta tingginya biaya hidup telah berdampak pada sikap beramal yang dimulai selama Ramadan. Selain itu, banyak juga permintaan dari orang-orang yang hidup dalam kondisi genting dan kehilangan pekerjaan.

Asosiasi Ghayet, Marocains Pluriels, telah meluncurkan operasi khusus ramadan untuk membagikan keranjang makanan di kota-kota Casablanca, Oujda, Rabat, Mohammedia, Fez, Marrakesh, Essaouira, dan Agadir.

Sebanyak 12 kelompok amal lainnya telah bermitra dalam proyek, yang sekarang memasuki edisi ketiganya. Mereka mendistribusikan paket yang berisi barang-barang seperti tepung, minyak, gula, lentil, buncis, kurma, dan susu.

Ghayet menyampaikan, Marocains Pluriels menyukai sumbangan dalam bentuk barang atau bentuk makanan pokok. Tetapi, para penderma juga dapat menyumbang hingga 200 dirham Maroko (sekitar Rp300 ribu), yang merupakan harga sekeranjang.

"Makanan tersebut ditinggalkan di depan pintu penerima untuk menjaga martabat mereka, karena sebagian besar penerima tidak memintanya. Anda tahu, banyak yang menolak untuk meminta amal, meskipun mereka layak disedekahi,” kata Ghayet.

Ghayet mencatat bahwa tahun ini ada peningkatan kemurahan hati dari orang-orang Yahudi Maroko. Dia mengira, ada keakraban dan rasa saling percaya yang telah terkonsolidasi dalam beberapa bulan terakhir.

"Saya mendapat banyak telepon dari orang-orang Yahudi dan juga dari orang-orang Muslim. Ini seperti mendobrak penghalang," ujarnya.

Semangat gotong royong ramadan di Maroko diusung oleh otoritas tertinggi negara Afrika utara itu. Raja Maroko Mohammed VI baru-baru ini meluncurkan prakarsa Ramadhan 1443 di medina lama Rabat, sebuah program nasional yang dijalankan sejak 1998 oleh Yayasan Solidaritas Mohammed V.

Dengan anggaran 103 juta dirham, Ramadan 1443 tahun ini akan melibatkan pemberian paket sembako kepada sekitar 3 juta orang (sekitar 600.000 rumah tangga) yang tinggal di 83 provinsi dan prefektur negara, 77 persen di antaranya dari daerah pedesaan.

Sejak diluncurkan, operasi dukungan pangan nasional telah menghabiskan lebih dari 1,5 miliar dirham untuk memberikan bantuan bagi keluarga.

Dukungan juga datang dari negara lain, dengan Arab Saudi, UEA, dan Qatar di antara negara-negara yang menawarkan dukungan keuangan dan makanan kepada ribuan orang Maroko dan badan amal.

Terlepas dari penurunan sumbangan amal tahun ini, ramadan sekali lagi melihat solidaritas, berbagi, dan saling membantu di antara orang-orang Maroko selama masa-masa sulit. 

Sumber: Arab News

Baca juga: Bulan Ramadan Waktunya Gaspol Ibadah Demi Investasi Akhirat

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.  

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Rabu, 30 November 2022