Arus Balik di Sumatera Barat Mengalir Sejak Rabu  

Sabtu, 01 Juli 2017 | 17:38 WIB
Arus Balik di Sumatera Barat Mengalir Sejak Rabu  
Sejumlah pemudik dari Kabupaten Kepulauan Mentawai, tiba di pelabuhan Muaro, Padang, Sumatra Barat, 18 Juni 2017. Pemudik dari sejumlah pulau itu masih menjadikan kapal cepat sebagai transportasi favorit karena efisiensi waktu dengan jarak tempuh tiga hingga empat jam. ANTARA/Iggoy el Fitra

TEMPO.CO, Padang - Dinas Perhubungan Sumatera Barat memprediksi arus balik Lebaran 2017 sudah mulai terurai sejak Rabu malam, 28 Juni 2017. Sehingga tidak akan terjadi penumpukan kendaraan saat puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada akhir masa cuti bersama pemerintah, yaitu pada 1-2 Juli 2017.

"Arus balik tahun ini terurai, karena arus balik sudah mulai terlihat sejak Rabu kemarin," ujar Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Barat Amran, Sabtu, 1 Juli 2017.

Amran mengatakan volume kendaraan pribadi, seperti mobil dan motor, yang melintasi Kabupaten Limapuluh Kota yang merupakan perbatasan Sumatera Barat-Riau, sudah meningkat sejak Rabu malam. Begitu juga dengan arus balik di jalur lintas tengah Sumatera yang sudah mulai terlihat meningkat.

Pantauan Tempo, kendaraan terlihat ramai di jalur lintas Tengah Sumatera, tepatnya di Solok hingga Sijunjung, Jumat malam, 30 Juni 2017. Kendaraan pribadi pelat B (Jakarta), BH (Jambi), dan BG (Sumatera Selatan) terlihat mendominasi jalur ini.

Kepala Biro Ops Kepolisian Daerah Sumatera Barat Komisaris Besar Djihartono mengatakan jalur lintas Sumatera di Sumatera Barat terpantau ramai dan lancar. Tidak terjadi kemacetan di sejumlah arus balik. "Kondisi arus balik hari ini aman. Arus lalu lintas ramai lancar," ujarnya saat dihubungi Tempo, Sabtu, 1 Juli 2017.

Kepala Kepolisian Resor Kabupaten Limapuluh Kota Ajun Komiris Besar Haris Hadis juga menyebutkan volume kendaraan yang keluar dari Sumatera Barat melalui Limapuluh Kota sudah mulai meningkat sejak beberapa hari yang lalu. Namun, arus balik menuju Riau tersebut terpantau lancar.

ANDRI EL FARUQI

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan