Kapolri: Angka Kecelakaan Lebaran di Jawa Barat Turun 47 Persen  

Jum'at, 30 Juni 2017 | 13:31 WIB
Kapolri: Angka Kecelakaan Lebaran di Jawa Barat Turun 47 Persen  
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, seusai rapat koordinasi kesiapan akhir tingkat pusat Operasi Ramadaniya 2017 di Mabes Polri, Jakarta, 12 Juni 2017. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Bandung - Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan angka kecelakaan lalu lintas di Jawa Barat hingga hari ketiga setelah Idul Fitri 1438 Hijriah atau Lebaran 2017 menurun hingga 47 persen dibanding 2016.

"Angka kecelakaan lalu lintas arus mudik 2017 di Jawa Barat menurun hingga 47 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," katanya di sela-sela peninjauan arus balik Lebaran di pos pengamanan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat, 30 Juni 2017.

Tito menuturkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas arus mudik Lebaran tahun ini juga menurun menjadi 68 persen dibanding tahun lalu.

"Korban meninggal dunia turun 68 persen, luka berat turun 20 persen, dan luka ringan turun 52 persen. Jadi semua menurun dibanding periode yang sama tahun lalu," ujarnya.

Adapun berdasarkan data dari Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Yusri Yunus, berikut ini jumlah kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik pada 19 Juni-29 Juni 2017.

- Jumlah kasus kecelakaan lalu lintas arus mudik dan balik pada 19-29 Juni 2017 adalah 52 kasus, sedangkan pada 2016 sebanyak 137 kasus.

- Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas arus mudik dan balik pada 19-29 Juni 2017 adalah sembilan orang, sedangkan pada 2016 sebanyak 42 orang.

- Jumlah korban luka berat akibat kecelakaan lalu lintas arus mudik dan balik pada 19-29 Juni 2017 adalah 28 orang, sedangkan pada 2016 sebanyak 53 orang.

- Jumlah korban luka ringan akibat kecelakaan lalu lintas arus mudik dan balik pada 19-29 Juni 2017 adalah 78 orang, sedangkan pada 2016 sebanyak 212 orang.

ANTARA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru