Selasa, 22 Agustus 2017

Lebaran, Gubernur Ganjar Pranowo Bernostalgia di Tawangmangu

Kamis, 22 Juni 2017 | 21:37 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. TEMPO/Suryo Wibowo.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. TEMPO/Suryo Wibowo..

TEMPO.CO, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo  akan memanfaatkan Lebaran dengan bernostalgia di kampung kelahiranya di Desa Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Ia akan melaksanakan salat Ied bersama masyarakat setempat di Lapangan Bener, Tawangmangu.

“Lebaran tahun ini Pak Ganjar Pranowo  akan bernostalgia dengan masa kecilnya, sebab rumah di Tawangmangu merupakan rumah tempat kelahiran dirinya,” kata Kepala Bagian Kesekretariatan Sekretaris Daerah Jawa Tengah Hanung C. Saputro, pada Kamis 22 juni 2017.

Baca: Sidak ke Pasar, Ganjar Pranowo Klaim Stok Pangan Normal

Menurut Hanung, Ganjar akan menikmati pertemuan dengan warga pada sebuah rumah di RT 03 RW 02, Desa Tawangmangu yang dulu dikontrak kedua orang tuanya.

“Saat ini rumah itu ditempati salah satu saudara Pak Gubernur,” kata Hanung.

Di Karanganyar  Ganjar akan menggelar open house pada hari pertama Lebaran di rumah tersebut mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Sedangkan hari kedua atau  Senin 26 Juni, open house akan digelar di rumah orang tuanya di Kabupaten Purworejo.

Simak: Ganjar Pranowo: Macet Brebes Akan Geser ke Kaligangsa

Acara temu warga  tetap dilanjutkan pada hari ketiga Lebaran, Selasa 27 Juni di Desa Kalijaran, Karanganyar, Kabupaten Purbalingga yang merupakan rumah orang tua Siti Atikoh, istri Ganjar.

Hanung menyebutkan Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko dijadwalkan tetap berada di Kota Semarang saat perayaan Idul Fitri.


“Pak Heru akan melaksanakan salat Idul Fitri di Masjid Agung Jawa Tengah,” katanya.

Wakil Gubernur melanjutkan open house di rumah dinas di Jalan Rinjani Kota Semarang.

 EDI FAISOL


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?