Musim Lebaran 2016, Citilink Angkut 645.974 Penumpang  

Selasa, 19 Juli 2016 | 04:30 WIB
Musim Lebaran 2016, Citilink Angkut 645.974 Penumpang  
Petugas melakukan pengisian bahan bakar avtur ke pesawat Citilink di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, 5 Januari 2016. Kebutuhan avtur setiap tahun untuk memenuhi operasional maskapai penerbangan di Indonesia mencapai 5 juta kiloliter (KL) atau 5 miliar liter. ANTARA/Umarul Faruq

TEMPO.COJakarta - Citilink Indonesia menerbangkan 645.974 orang penumpang pada Lebaran 2016, sejak 30 Juni hingga 17 Juli 2016. "Jumlah ini meningkat 9 persen atau sebanyak 52.056 orang dibanding Lebaran tahun lalu," kata Wakil Presiden Komunikasi Perusahaan Citilink Indonesia Benny S. Butarbutar.

Menurut Benny, peningkatan itu karena koordinasi yang baik antara Citilink dan kementerian dalam mendukung kelancaran kegiatan operasional Citilink selama periode Lebaran. 

Benny mengatakan persiapan internal dilakukan secara baik dan menyeluruh, juga koordinasi yang kuat dengan Kementerian Perhubungan.

"Koordinasi pelayanan tersebut mencakup kegiatan pemeriksaan prosedur rutin (ramp check)," ujar Benny dalam keterangan tertulisnya, Senin, 18 Juli 2016.

Ramp check yang dilakukan Kementerian Perhubungan terhadap pesawat-pesawat Citilink turut membantu meningkatkan kualitas keamanan dan keselamatan armada.

Benny menuturkan, pada musim Lebaran 2016, Citilink mempersiapkan 16.800 seat tambahan melalui 112 penerbangan tambahan. Ia berharap segala bentuk kegiatan yang bisa meningkatkan kualitas keamanan dan keselamatan, seperti ramp check, bisa dilakukan rutin untuk meningkatkan kepercayaan publik.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan memprediksi jumlah pemudik pada Lebaran 2016 mencapai 17,6 juta orang, dengan 4,6 juta orang di antaranya menggunakan transportasi udara.

DANANG FIRMANTO



 



 



 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan