Pacu Biduk, Tradisi Memeriahkan Lebaran di Jambi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lomba pacu biduk di Sungai Batanghari, Jambi dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi ke-60, 8 Januari 2017. Foto: BPBD Provinsi Jambi

    Lomba pacu biduk di Sungai Batanghari, Jambi dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Jambi ke-60, 8 Januari 2017. Foto: BPBD Provinsi Jambi

    TEMPO.CO, Jambi - Lomba pacu biduk atau perahu tradisional merupakan tradisi turun-temurun warga Desa Teluk Sikumbang, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, dalam memeriahkan Lebaran.

    Pelaksana tugas Kepala Desa Teluk Sikumbang, Jafri, di Merangin, Kamis, 29 Juni 2017, mengatakan kegiatan wisata sungai saat Lebaran itu selalu ditunggu-tunggu warga Merangin karena sudah menjadi tradisi.

    "Lomba pacu biduk ini biasanya digelar saat libur Lebaran. Tujuannya, sebagai ajang silaturahmi dan mempererat kebersamaan," katanya.

    Dia menyatakan, pada Lebaran tahun ini, kegiatan tersebut dilangsungkan di Sungai Batang Tembesi yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Sarolangun.

    Menurut Jafri, kegiatan yang telah menjadi agenda tahunan desa tersebut sudah berlangsung cukup lama, bahkan selalu dinanti masyarakat. Selain dalam rangka silaturahmi dan memeriahkan Lebaran, kegiatan tersebut diharapkan dapat mengangkat tradisi desa ke tingkat nasional.

    "Lomba perahu tradisional ini berlangsung selama empat hari, dimulai pada hari kedua hingga hari terakhir Lebaran. Tahun ini cukup meriah karena banyak dihadiri warga Merangin," ujarnya.

    Ketua panitia pelaksana, Fadli, berharap Bupati Merangin dapat datang ke lokasi acara untuk melihat langsung serta bisa ikut menikmati pacu perahu yang menjadi tradisi desa itu.

    Fadli menambahkan, adanya momen ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat dengan berjualan aneka makanan dan minuman untuk para pengunjung.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.