JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 25 Juli 2021

Kebutuhan Uang Baru di Tegal Diprediksi Naik Rp 3,6 Triliun

Reporter :

Editor : Kodrat setiawan


Selasa, 13 Juni 2017 09:28 WIB

Ilustrasi menghitung uang. shutterstock.com

TEMPO.CO, Tegal - Kepala Kantor Perwakilan BI Tegal Joni Marsius mengungkapkan, kebutuhan uang baru pada lebaran Ramadan 2017 di Tegal dan sekitarnya meningkat 40 persen. Pada Ramadan 2016, penarikan uang yang dilakukan perbankan mencapai Rp 2,52 triliun. "Tahun ini, diperkirakan meningkat hingga 40 persen menjadi Rp 3,60 triliun.” kata dia, Minggu, 11 Juni 2017.

Guna memenuhi kebutuhan pada lebaran Ramadan 2017, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Tegal menyediakan Rp 4,5 triliun. Uang baru itu nantinya didistribusikan di tujuh Kota dan Kabupaten di Eks Karesidenan Pekalongan seperti Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Brebes, Batang, dan Pemalang.

Baca juga: Pemudik Angkutan Darat di Yogyakarta Diprediksi Turun 3 Persen

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir tidak mendapatkan uang pecahan baru karena BI telah menyediakan uang yang cukup. Selama Ramadan kami keliling ke berbagai tempat untuk melayani penukaran," kata dia.

Joni mengatakan, penyaluran uang baru dimulai sejam 30 Mei hingga 23 Juni 2017. Dia mengatakan bagi masyarakat yang akan melakukan penukaran uang baru, BI telah membuka layanan melalui mobil kas keliling. Mobil tersebut disediakan di berbagai tempat strategis seperti pusat perbelanjaan, alun-alun, hingga pasar tradisional.

Selain di mobil kas keliling, penukaran juga bisa dilakukan di bank-bank terdekat. Joni mengimbau kepada lembaga dan instansi untuk melakukan penukaran secara kolektif. Ini dilakukan untuk mengurangi antrean di tempat penukaran. Masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap kemungkinan beredarnya uang palsu menjelang lebaran ini. “Kemungkinan jumlah yang diberikan tidak sesuai atau tertukar dengan uang palsu itu bisa saja terjadi.”

Saat melakukan penukaran, lanjut Joni, masyarakat diharapkan lebih berhati-hati untuk mengurangi potensi kriminalitas. Jika menukar dalam jumlah yang cukup banyak, masyarakat meminta bantuan kepada petugas kepolisian untuk mengawal. “Sedapat mungkin menghindari menukar sendiri , karena ini untuk mencegah dari perampokan,” ujar dia.

Sementara itu Asisten Direktur Kantor Perwakilan BI Tegal, Gunawan Purbowo, menambahkan BI juga melayani penukaaran uang lusuh dan uang yang dicabut dari peredaran setiap Selasa dan Kamis pada Ramadan 2017. “Kami memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menukarkan uang tidak layak edar menjadi yang layak edar dalam pecahan yang sama atau pecahan lainnya,” kata dia.

MUHAMMAD IRSYAM FAIZ

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 25 Juli 2021

Terpopuler