Minggu, 15 September 2019

Jokowi Kaget Follower-nya di Medsos Banyak dari Kalangan Santri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kedua kanan) mengawasi pembagian sembako kepada warga di Gang Dahlia, Desa Cibuluh, Kabupaten Bogor, 8 Juni 2017. Ada 450 paket sembako yang terdiri dari minyak goreng, beras, gula dan teh celup. ANTARA/Rosa Panggabean

    Presiden Joko Widodo (kedua kanan) mengawasi pembagian sembako kepada warga di Gang Dahlia, Desa Cibuluh, Kabupaten Bogor, 8 Juni 2017. Ada 450 paket sembako yang terdiri dari minyak goreng, beras, gula dan teh celup. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo  mengaku terkejut mengetahui punya banyak follower di media sosial dari kalangan santri. Presiden mengatakan media sosial mempunyai dampak yang sangat besar di masyarakat.

    "Kaget Pak Kiai bisik ke saya, di sini banyak netizen yang jadi follower saya," kata Jokowi  dalam siaran pers Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin. Jokowi mengatakan itu saat bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Darussalam, Ciamis, Jawa Barat, Sabtu, 10 Juni 2017.

    Baca: Jokowi Ingin Indonesia Berperan Selesaikan Krisis Qatar

    Media sosial menjadi salah satu wadah komunikasi Jokowi untuk berinteraksi dengan masyarakat Indonesia. Di Twitter, contohnya, Jokowi mempunyai follower sekitar 7,5 juta. Tak heran jika aktivitas Presiden di media sosial memberikan dampak yang luar biasa di masyarakat. "Dampaknya luar biasa sekali," kata pengasuh Ponpes merujuk foto viral Jokowi di Instagram saat menjadi imam salat Magrib.

    Dalam kesempatan tersebut, Jokowi juga mengapresiasi lingkungan pondok pesantren yang bersih dan nyaman. Hal tersebut mencerminkan tingginya kesadaran para santri dalam menjaga kebersihan. "Alhamdulillah, kebersihannya sangat bersih sekali, karena bersih sebagian dari iman," kata Jokowi.

    Simak: Blusukan di Pekalongan, Seharian Jokowi Pakai Sarung

    Presiden juga memanfaatkan pertemuan tersebut untuk berdiskusi mengenai sejumlah hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk turut mengembangkan pesantren, di antaranya pembangunan asrama santri. Presiden menyatakan akan segera menindaklanjuti masalah tersebut dengan jajaran terkait.

    "Insya Allah secepatnya Pak Kiai kami bangun tiga lantai. Saya jawab langsung, nanti suratnya saya bawa hari ini sehingga secepatnya bisa dilaksanakan," ucap Presiden.

    Simak: Dijelaskan Santri, Jokowi Akhirnya Paham Soal Hokage dan Konoha

    Tak lupa, Presiden Joko Widodo mengajak para santri untuk ikut menjaga ukhuwah Islamiah dan wathaniyah sehingga tidak menimbulkan persoalan antarsaudara sebangsa dan setanah air. "Mari kita jaga ukhuwah Islamiah yang baik, jangan sampai saling menjelekkan, mencemooh, menyalahkan juga dengan umat yang lain," kata Jokowi.

    Dalam kunjungan tersebut Jokowi  antara lain didampingi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.