Jalur Mudik 2017, Akses Jalan Tol Baru Jawa Timur Boleh Dilalui

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja membangun tiang underpass di lokasi megaproyek infrastruktur jalan tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi-Kertosono di Ngawi, Jawa Timur, 17 April 2016. ANTARA FOTO

    Sejumlah pekerja membangun tiang underpass di lokasi megaproyek infrastruktur jalan tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi-Kertosono di Ngawi, Jawa Timur, 17 April 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Sidoarjo - Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) I Ketut Darmawahana mengatakan, akses jalan tol baru di Jawa Timur akan difungsikan pada arus Mudik 2017. Menurut dia, ruas jalan tol di Jawa Timur tersebut akan difungsikan pada H-14 lebaran.

    “Para pemudik bisa menggunakan tol secara gratis,” kata Ketut di kantor Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jalan Raya Waru, Sidoarjo, Selasa, 30 Mei 2017.

    Baca : Kementerian Perhubungan Tekan Kecelakaan dengan Mudik Gratis

    Ketut mengatakan, pemanfaatan jalan tol ini bersifat fungsional. Artinya, dia menambahkan, dibukanya tol baru tersebut dengan tujuan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang hendak mudik lebaran.

    Menurut dia, fungsionalisasi tol ini bersifat sementara karena proses pembangunan yang belum selesai. Rencananya, dia menambahkan, jalan tol akan ditutup kembali pada H+10 lebaran. “Kondisi pembangunan jalan tol fungsional sudah mencapai 80 persen,” ujar Ketut.

    Adapun ruas jalan tol yang akan difungsikan diantaranya tol yang menghubungkan Solo sampai Ngawi dengan panjang 90,27 km, tol yang menghubungkan Ngawi sampai Kertosono dengan panjang 86,90 km, dan tol yang menghubungkan Mojokerto sampai Surabaya dengan panjang 36,47 km.

    “Tentunya pemudik akan padat di jalan nasional maka akan di distribusikan ke jalan tol,” kata Ketut.

    Simak juga : Urai Kemacetan di Rest Area, Jasa Marga Siapkan Parking Bay

    Selain infrastruktur jalan tol, BBPJN VIII juga mendirikan posko lebaran untuk dimanfaatkan bagi para pemudik. Ketut mengatakan, Posko lebaran sudah dibangun pada H-14 lebaran. Menurut dia, setiap posko akan dilengkapi air minum hingga obat-obatan P3K untuk para pemudik yang ingin mampir.

    “Tahun ini kami mendirikan 26 posko lebaran yang tersebar di 38 kabupaten/kota,” kata Ketut.

    Selain itu, Ketut menambahkan, setiap posko Mudik 2017 juga akan dilengkapi dengan alat berat seperti Dump Truck, Crane Truck, Wheel Loader, Pick Up, Baby Roller, dan Stamper. Adapun alat berat tersebut akan digunakan jika terjadi kerusakan pada jalan, baik itu akibat bencana alam maupun hal lain yang tidak diharapkan. “Kesemua alat tersebut dapat dimobilisasi dalam 24 jam,” ujar Ketut.

    JAYANTARA MAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.