JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 7 Juni 2020

Cara Jemaat Tarekat Syattariyah Menentukan Awal Ramadan  

Minggu, 28 Mei 2017 06:31 WIB

Jemaah Tarekat Syattariyah menggelar rukyatul hilal di tepi pantai pantai halaman Makam Syekh Burhanuddin, di Ulakan Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, 18 Juni 2014. Jemaah ini menetapkan 1 Ramadhan 1436 Hijriah jatuh pada Jumat, 19 Juni 2015. TEMPO/Andri El Faruqi

TEMPO.CO, Padang - Tarekat Syattariyah, Sumatera Barat belum menetapkan awal Ramadan 1438 Hijriah. Tarekat yang berpusat di Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman itu baru melihat hilal pada Sabtu 27 Mei 2017.

"Kami sore ini baru hilal," ujar Qadi Syattariyah Ulakan, Tuanku Ali Imran, saat dihubungi Tempo, Sabtu 27 Mei 2017.

Tuanku Ali Amran mengatakan tarekatnya menetapkan awal Ramadan berdasarkan hisab dan rukyat. Berdasarkan hisab awal Ramadan jatuhnya pada Minggu 28 Mei 2017. Dia menjelaskan, Syattariyah menggunakan metode hisab takwim khamsiah yang telah diajarkan secara turun menurun. Huruf bulan sebanyak 12 dan huruf tahun sebanyak delapan. Tahun ini, huruf bulan itu "Ha" atau sama dengan lima. Sedangkan huruf tahun "Wa" atau sama dengan enam.

"Dijumlahkan huruf tahun dan bulan, yakni 11. Jadi awal Ramadan dihitung 11 hari sejak hari Kamis," ujarnya

Menurutnya, setelah menggunakan metode hisab, dilanjutkan dengan rukyat dengan melihat hilal sehari sebelumnya. Hal ini agar mereka lebih yakin dalam menetapkan awal Ramadan.

Para pimpinan Tarekat Syattariyah dari pelbagai daerah akan berbondong-bondong ke Ulakan untuk mengamati bulan. Mereka melihat bulan dengan mata telanjang di halaman makam Syekh Burhanudin yang terletak di tepi pantai untuk melihat bulan. Namun, kata dia, jika hilal tak kelihatan, mereka akan menggenapkan bulan Sya'ban menjadi 30 hari. Artinya, mereka mulai berpuasa pada Senin 29 Mei 2017.

Sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menetapkan 1 Ramadan 1438 Hijriyah jatuh pada Sabtu, 27 Mei 2017 setelah menggelar sidang isbat. Lukman menuturkan ada dua metode yang dilakukan yaitu hisab dan rukyah. Pada metode hisab posisi hilal ada di 8,51 derajat dengan umur 14 jam dan elongasi 8,73 derajat.

ANDRI EL FARUQI

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 7 Juni 2020

Terpopuler