An-Nadzir Sulawesi Selatan: Insya Allah 1 Ramadan Jatuh Kamis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jamaah An-Nadzi khusyuk saat menjalankan salat Idul Fitri di Padepokan kawasan Mawang, Gowa, Sulawesi Selatan, 5 Juli 2016.  Jamaah An-Nadzir mulai berpuasa sejak 6 Juni hingga 4 Juli atau selama 29 hari. TEMPO/Iqbal lubis

    Jamaah An-Nadzi khusyuk saat menjalankan salat Idul Fitri di Padepokan kawasan Mawang, Gowa, Sulawesi Selatan, 5 Juli 2016. Jamaah An-Nadzir mulai berpuasa sejak 6 Juni hingga 4 Juli atau selama 29 hari. TEMPO/Iqbal lubis

    TEMPO.CO, Makassar - Jemaah An-Nadzir belum memutuskan jatuhnya 1 Ramadan 1438 Hijriah. Namun, kemungkinan 1 Ramadan jatuh pada Kamis, 25 Mei 2017.

    "Sementara kita amati terus perkembangan perjalanan akhir bulan Sya'ban, kemungkinan besok malam (Rabu 24 Mei) sudah ada kesimpulan, jika kita akan berpuasa pada Kamis," kata Ulama Jemaah An-Nadzir, Lukman A Bakti kepada Tempo, Selasa 23 Mei 2017.

    Baca juga: Tarekat Naqsabandiyah Sumatera Barat: 1 Ramadan Jatuh pada Kamis

    Menurut dia, pihaknya menentukan satu Ramadan dengan metode hisab, rukyah dan tanda alam. Lukman menjelaskan bahwa tanda alam itu misalnya air pasang, terbitnya bulan di subuh hari, fajar sidik jam berapa masuk. Ia berkesimpulan bahwa fajar sidik itu menentukan batasan antara malam dan siang.

    "Pengamatan kita ini sudah hampir masuk kesimpulan, jika melihat fenomena alam. Insya Allah 1 Ramadhan masuk pada Kamis pagi," tutur dia. "Estimasi kita Kamis dinihari dan fajar sidik (menjelang matahari terbit) itu terjadi pukul 05.00 Wita. Otomatis tak ada lagi bulan besoknya, kalaupun ada hanya muncul pukul 06.00 Wita lewat."

    Lukman menambahkan begitu juga untuk penentuan akhir Ramadan yakni 1 Syawal melalui hisab, rukyah dan fenomena alam. "Tapi penentuan 1 Syawal itu jauh lebih gampang dibandingkan 1 Ramadan," ucap dia.

    Dia menyebutkan saat ini jumlah jemaah An-Nadzir sekitar 1.000 orang yang bermukiman di Kampung Mawang Kecamatan Bontomarannu Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Banjir Jakarta, Bolak-Balik Terendam Akibat Cuaca Ekstrem

    Banjir Jakarta bolak-balik terjadi. Kali ini akibat cuaca ekstrem. BPBD sebut 10,74 persen RW di ibu Kota terdampak.