Ombudsman Periksa Pelayanan di Bandara Soekarno-Hatta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepadatan penumpang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Kepadatan penumpang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Anggota Ombudsman RI, Adrianus Meliala, meninjau Bandara Soekarno-Hatta dalam rangka mengawasi dan memastikan pelayanan yang disediakan menjelang Lebaran 2016.

    "Kami kan lembaga pengawas independen. Kami datang lihat sana-sini untuk memastikan semua hal berlangsung baik. Ada tidak ruang laktasi, fasilitas untuk difabel," kata Adrianus di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa, 5 Juli 2016.

    Adrianus mengatakan pihaknya akan memastikan setiap aparat penegak hukum ikut mengawasi para penumpang secara keseluruhan. Ia tidak ingin ada diskriminasi dalam pengecekan. "Jangan sampai mengecek hanya karena berjenggot atau pakai celana mengatung. Cek semuanya," ujarnya.

    Rencananya, Adrianus akan meninjau seluruh fasilitas dan pelayanan Terminal 1 dan 2. Ombudsman, kata dia, juga menyediakan sebuah gerai aduan mudik. Penumpang dapat mengadukan keluhan terhadap layanan publik dengan mengisi formulir atau melalui pesan pendek ke nomor 081311009204.

    Adrianus mengungkapkan, kini Ombudsman akan lebih responsif terhadap aktivitas masyarakat. Menurut dia, sebelumnya tidak banyak masyarakat yang mengenal lembaga negara pengawas pelayanan publik tersebut. Dengan demikian, Adrianus berharap langkah itu sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pengaduan. 

    Sebelum meninjau Bandara Soekarno-Hatta, dia juga telah meninjau beberapa tempat pelayanan publik, seperti stasiun kereta api serta Terminal Kalideres, Kampung Rambutan, dan Pulogadung. Rencananya, besok Adrianus meninjau Pelabuhan Muara Angke.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.