Tambah Pasokan BBM, Pertamina Klaim Stok di Pantura Aman

Pemudik mengisi bahan bakar mobil eceran di arah keluar pintu tol Pejagan, di H-2 Lebaran, Jawa Tengah, 4 Juli 2016. BBM di pedagang dadakan dijual dengan harga Rp130.000 untuk 5,5 liter pertamax atau Rp15.000 per liter untuk premium. ANTARA/Rosa Panggabean
Pemudik mengisi bahan bakar mobil eceran di arah keluar pintu tol Pejagan, di H-2 Lebaran, Jawa Tengah, 4 Juli 2016. BBM di pedagang dadakan dijual dengan harga Rp130.000 untuk 5,5 liter pertamax atau Rp15.000 per liter untuk premium. ANTARA/Rosa Panggabean

TEMPO.CO, Brebes - Kepala Sub-Terminal Bahan Bakar Minyak Pertamina Tegal Mudji Hartono menjamin stok BBM di Pantura aman. Menurut dia, Pertamina telah meningkatkan pasokan tiga kali lipat ke stasiun pengisian bahan bakar minyak di Brebes, Tegal, dan Pemalang. “Pasokan terus kami tambah,” katanya kepada Tempo, Senin, 4 Juli 2016.

Dia mengatakan untuk Pertamax, selama beberapa hari terakhir Pertamina Tegal menambah pasokan 300 kiloliter per hari. Biasanya Pertamina hanya memasok 100 kiloliter per hari. Bahan bakar tersebut didistribusikan ke sekitar 80 SPBU di Pantura Brebes hingga Pemalang.

Sedangkan untuk Premium, Pertamina hanya menambah stok dari 600 kiloliter per hari menjadi 1.000 kiloliter per hari. “Kami juga menyediakan BBM dalam kemasan kaleng. Kami tempatkan di titik-titik yang rawan kemacetan,” kata dia. BBM dalam kemasan tersebut hanya tersedia untuk jenis Pertamax, dijual Rp 7.800 per liter. “Lebih mahal Rp 400 karena untuk biaya kaleng,” katanya.

Pantauan hingga sore ini, antrean kendaraan masih terjadi di sejumlah SPBU. Di SPBU Bangsri, ratusan pemudik terpaksa turun dan mobil dan mengantre di SPBU sambil menenteng botol bekas air mineral. Mereka mengaku kehabisan bahan bakar karena terlalu lama terjebak macet di Pantura.

Bahkan, di SPBU Kota Baru, Brebes, stok BBM di sana habis untuk semua jenis. Salah satu pengendara Eko, 45 tahun, harus pulang dengan tangan kosong setelah mengantre beberapa jam tapi tidak kebagian bensin. “Habis semua,” katanya.

MUHAMMAD IRSYAM FAIZ