JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Rabu, 4 Agustus 2021

Kadishub Jabar: Macet Saat Mudik Jangan Komplain, Nikmati Saja  

Reporter :

Editor : Setiawan Adiwijaya


Jumat, 1 Juli 2016 04:10 WIB

Kapolda Jawa Barat Bambang Waskito menjelaskan cara kerja senapan gas air mata pada Gubernur Ahmad Heryawan saat Apel Gelar Pasukan OPS Ramadniya 2016 di lapang Tegallega, Bandung, 30 Juni 2016. Pasukan ini guna untuk memberikan rasa aman bagi para pengendara saat mudik lebaran. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.COBandung - Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan kemacetan saat arus mudik Lebaran 2016 bakal tak terhindarkan. Rekayasa arus lalu lintas hanya mengatasi sementara karena kemacetan berpindah di tempat lain. “Macet mudik jangan komplain, nikmati saja seperti wisata,” katanya saat diskusi tentang mudik di kampus Universitas Padjadjaran, Bandung, Kamis, 30 Juni 2016.

Sebab, kata Dedi, laju pertumbuhan lebih pesat dibanding penambahan ruas jalan. Perbandingannya 12 dengan 1,2 persen per tahun.

Pemudik dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang akan menuju Jawa Tengah hingga wilayah timur Bali diperkirakan hampir 8 juta orang. “Yang masuk ke wilayah Jawa Barat sekitar 3 juta orang,” kata Dedi.

Dinas Perhubungan Jawa Barat kini sedang menyiapkan informasi kemacetan jalan untuk dihindari pemudik. Bersama ITB mereka ingin menyajikan informasi kemacetan tiga jam di depan pengendara yang melintasi jalur-jalur mudik. “Kami sudah memasang kamera pengawas (CCTV) di 38 lokasi yang disinyalir macet di Pantai Utara, jalur tengah, dan selatan,” kata Dedi.

Dinas Perhubungan Jawa Barat pada arus mudik Lebaran 2016 ini menyiapkan 4.849 unit bus umum dan bus pariwisata untuk mengangkut pemudik. Kondisi armada harus yang layak jalan agar instruksi Presiden Joko Widodo soal zero accident terlaksana. “Awak transportasi termasuk pilot dites narkoba juga,” ujarnya.

Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Dadang Suganda mengatakan mudik merupakan aspek budaya yang diciptakan oleh keluarga di Indonesia. “Aspek religiusnya hanya pada silaturahmi,” ujarnya. Karena itu, budaya mudik Lebaran akan berlangsung terus setiap tahun.

ANWAR SISWADI

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Rabu, 4 Agustus 2021

Terpopuler