JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Sabtu, 31 Juli 2021

Musim Mudik, Ini Sebaran SPBU Kantong Pertamina

Reporter :

Editor : Erwin prima


Rabu, 29 Juni 2016 19:12 WIB

Pekerja tengah mengisi bahan bakar minyak (BBM) pada Terminal Pengisian BBM Ujung Berung, Bandung, Jawa Barat, 24 Juni 2016. Pertamina mengalami kenaikan pemakaian sebesar 15% dari rata-rata normal 71.906 KL menjadi 82.496 KL. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Madiun - PT Pertamina (Persero) membuka lebih dari 100 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) kantong di jalur mudik dan balik Lebaran di seluruh Indonesia.

Fasilitas itu paling banyak disiapkan di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah yang rawan terjadi kemacetan lalu lintas. "Karena kepadatan lalu lintasnya paling tinggi,’’ kata Direktur Pemasaran PT Pertamina Ahmad Bambang saat berada di Madiun, Rabu sore, 29 Juni 2016.

Jumlah SPBU kantong yang disediakan di wilayah Jawa Barat sebanyak 25 dan di Jawa Tengah ada 21 buah. Di lokasi yang ditentukan pihak Pertamina menyiagakan sejumlah mobil tangki bahan bakar. Hal itu untuk memasok kebutuhan kendaraan bermotor ketika melaju di jalur mudik dan balik Lebaran. Terutama pada puncak arus mudik yang diperkirakan pada Jumat hingga Minggu.

Adapun jenis bahan bakar yang disediakan adalah premium dan pertalite. Kedua bahan bakar ini banyak dibutuhkan para pemudik ketika mendekati dan beberapa saat setelah Lebaran. "Kalau solar jelas turun (tingkat konsumsinya) karena truk tidak boleh beroperasi dan perusahaan-perusahaan libur," ujar Ahmad.

Manajer Retail Fuel Marketing PT Pertamina Marketing Operation V Made Adi Putra mengatakan  jumlah SPBU kantong yang dibuka di Jawa Timur sebanyak 8 titik. Dua di antaranya berada di jalur Surabaya–Madiun, yakni di wilayah Saradan, Kabupaten Madiun, dan Bagor, Kabupaten Nganjuk.

Menurut Made, titik lainnya berada di beberapa jalur lain, di antaranya penghubung Banyuwangi–Jember, Probolinggo–Banyuwangi dan di wilayah Madura.

SPBU kantong itu mulai dioperasionalkan pada H-7 hingga H+7 Lebaran. "Stok (bahan bakar) paling banyak untuk jenis Pertalite," kata Made.

Di Jawa Timur, Made menuturkan, kebutuhan pertalite meningkat drastis setelah diluncurkan beberapa waktu lalu. Sesuai catatan, tingkat konsumsinya mencapai 52 persen. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan dengan premium yang hanya 28 persen dan pertamax 19 persen.

NOFIKA DIAN NUGROHO

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Sabtu, 31 Juli 2021

Terpopuler