Terminal Pulogadung Siapkan Pos Kesehatan & Ruang Laktasi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon pemudik Lebaran menunggu keberangkatan bus di Terminal Pulogadung, Jakarta,  9 Juli 2015. TEMPO/Subekti.

    Calon pemudik Lebaran menunggu keberangkatan bus di Terminal Pulogadung, Jakarta, 9 Juli 2015. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Terminal bus Pulogadung, Jakarta Timur, mulai membenahi dan melengkapi berbagai fasilitas untuk menghadapi mudik Lebaran dan arus balik 2016 ini. "Kami siapkan posko kesehatan dan keamanan, ruang ibu menyusui, serta ruang istirahat sopir," kata Kepala Terminal Pulogadung Hengky Risakotta di Jakarta, Kamis, 23 Juni 2016.

    Ruang istirahat pengemudi seluas 4 x 6 meter terletak di dekat terminal keberangkatan bus. Sedangkan ruang ibu menyusui terletak di dekat pusat informasi.

    Tidak hanya melakukan pembersihan dan penataan, Hengky dan timnya juga akan mengecat dua ruangan tersebut dan melengkapinya dengan pendingin ruangan (AC). Adapun pos terpadu yang terdiri atas pos kesehatan umum, pos keamanan, dan pos petugas perhubungan didirikan di area parkir dekat terminal pemberangkatan.

    Tenda panggung berukuran 12 x 6 meter itu juga digunakan untuk pemeriksaan kesehatan pemudik. Sedangkan pos pemeriksaan kesehatan untuk sopir dan kondektur bus terletak di bagian belakang terminal, berdekatan dengan pos pemeriksaan kelaikan kendaraan.

    Terminal Pulogadung melayani pemudik ke berbagai tujuan, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Barat. Di terminal tersebut tersedia 102 unit armada dari 86 perusahaan otobus (PO). 

    Hengky memprediksi puncak lonjakan penumpang terjadi pada H-3 Lebaran (3 Juli 2016). Sedangkan puncak arus balik akan terjadi pada H+5 (12 Juli 2016).

    Untuk mengantisipasi potensi penumpukan penumpang di terminal saat puncak arus mudik dan balik, Terminal Pulogadung bekerja sama dengan PO besar yang memiliki bus cadangan. "Potensi penumpukan penumpang sudah kami antisipasi," ujar Hengky.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.