Kabupaten Bogor Siapkan 14 Ton Daging Murah untuk Lebaran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi operasi pasar daging sapi. TEMPO/Prima Mulia

    Ilustrasi operasi pasar daging sapi. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COBogor - Bupati Bogor Nurhayanti mengatakan persediaan bahan kebutuhan pokok dan daging sapi di Kabupaten Bogor dipastikan aman. Bahkan, mulai pekan depan hingga Idul Fitri, Nurhayanti menjamin harga bahan pokok dan daging tidak akan melambung. "Saya pastikan ketersediaan bahan pokok aman dan harganya bisa ditekan," katanya saat melakukan inspeksi di Pasar Cibinong, Kamis, 16 Juni 2016.

    Menurut Nurhayanti, dia sudah memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar operasi pasar murah di tujuh kecamatan. "Tanggal 27-30 Juni dilakukan operasi pasar, salah satunya menyiapkan daging sapi dengan harga Rp 75 ribu per kilo, sedangkan harga saat ini mencapai Rp 110 ribu per kilo," ujarnya.

    Selain menyiapkan stok daging sapi impor murah, pemerintah memastikan ketersediaan cabai. "Untuk Juni ini saja ketersediaan cabai mencapai 472 ton agar nanti harganya tidak melonjak tinggi. Jika terpaksa naik, harganya masih dalam batas normal," ucapnya. 

    Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor Dace Supriyadi mengatakan pihaknya sudah menyiapkan daging sapi murah sebanyak 14 ton yang akan didistribusikan dalam pelaksanaan operasi pasar pada 27-30 Juni 2016. "Pelaksanaan pasar murah ini dilakukan di tujuh kecamatan dan jatah daging sapi murah ini sebanyak 2 ton untuk 2.000 pembeli," tuturnya.

    Operasi pasar sengaja digelar agar dapat menstabilkan harga daging sapi. Sebab, belakangan ini, masyarakat mengeluhkan naiknya harga daging. "Di pasar, untuk sekarang, harga daging mencapai Rp 110-120 ribu per kilo, makanya ini menjadi sasaran kami agar harganya turun," ujarnya.

    M. SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.