JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Jumat, 30 Juli 2021

Arus Mudik, Pelindo III Siapkan 13 Terminal Penumpang

Reporter :

Editor : Rully Widayati


Rabu, 8 Juni 2016 23:06 WIB

Ribuan warga memadati pelabuhan Yos Sudarso Ambon, untuk mudik Lebaran menggunakan KM. Pangrango menuju Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, (1/9). Puncak Arus mudik di Ambon mengunakan angkutan laut maupun udara diperkirakan terjadi pada H-3 Idul Fitri 1431 H. ANTARA/Jimmy Ayal

TEMPO.CO, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) menyiapkan  13 terminal penumpang kapal laut di wilayah kerjanya di tujuh provinsi untuk mengantisipasi peningkatan arus penumpang mudik dan arus balik Lebaran.

Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto menjelaskan, ketiga belas terminal penumpang itu tersebar di tujuh provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. 

Untuk di Provinsi Jawa Timur yaitu di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelabuhan Gresik, Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi. 

Kemudian, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang di Jawa Tengah, Pelabuhan Benoa di Bali, Pelabuhan Banjarmasin dan Pelabuhan Kotabaru/Batulicin di Kalimantan Selatan, Pelabuhan Sampit dan Pelabuhan Kumai di Kalimantan Tengah.

Selain itu di Nusa Tenggara Barat ada Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Bima/Badas, di Nusa Tenggara Timur ada Pelabuhan Tenau Kupang, Kalabahi, Waingapu,dan Maumere.

Menurut Edi, kesiapan sarana dan prasarana pendukung terminal penumpang kapal laut tersebut untuk menghadapi masa angkutan Lebaran tahun 2016 ini. Untuk arus mudik pada transportasi laut diprediksi terjadi mulai H-15 hingga H+15 Lebaran.

"Pada masa angkutan Lebaran 2016, jumlah pemudik yang akan memanfaatkan jasa kapal laut diperkirakan relatif stabil dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Kalaupun ada kenaikan, pertumbuhannya tidak akan terlalu signifikan, hal itu terlihat dari fluktuasi jumlah pemudik dari tahun ke tahun," jelasnya dalam siaran pers, Rabu (8 Juni 2016).

Hal itu dimungkinkan, karena masyarakat memiliki alternatif moda transportasi lainnya. Khususnya masyarakat yang bekerja formal, karena keterbatasan libur lebaran sehingga mereka banyak memanfaatkan moda transportasi udara sebagai sarana angkutan mudiknya.

"Mayoritas penumpang kapal laut merupakan pekerja informal seperti di sektor perkebunan dan pedagang yang masih memanfaatkan moda transportasi angkutan laut," tambahnya.

Dia memaparkan, jumlah pemudik (naik dan turun) menggunakan kapal laut yang melalui pelabuhan yang dikelola Pelindo III sejak H-15 hingga H+15 pada masa angkutan Lebaran 2011 tercatat sebanyak 462.581 penumpang.

Pada 2012 tercatat sebanyak 416.732 penumpang dan pada 2013 sebanyak 495.215 penumpang. Selanjutnya pada  2014 sebanyak 482.144 penumpang.

“Berikutnya jumlah penumpang naik dan turun di terminal penumpang kapal laut pada 2015 tercatat meningkat menjadi sebanyak 512.638 penumpang,” ungkapnya.

Berdasarkan data Pelindo III, jumlah penumpang mudik dan balik lebaran 2015 sepanjang H-15 hingga H+15 di pelabuhan yang dikelola Pelindo III berturut-turut tercatat jumlah pemudik sebanyak 164.987 penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya atau terjadi peningkatan sebesar 10% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 149.583 penumpang.

Selanjutnya Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang tercatat sebanyak 101.031 penumpang. Kemudian Pelabuhan Kumai di Kalimantan Tengah sebanyak 51.321 penumpang, disusul Pelabuhan Sampit di provinsi yang sama sebanyak 48.899 penumpang, dan Pelabuhan Tenau Kupang di NTT sebanyak 36.358 penumpang.

BISNIS.COM

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Jumat, 30 Juli 2021

Terpopuler