JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Jumat, 30 Juli 2021

Ratusan Pelajar di Bandung Ikuti Program Remaja Mengaji

Reporter :

Editor : Dewi Rina Cahyani


Senin, 6 Juni 2016 15:49 WIB

Sejumlah remaja mengaji Alquran secara bersama-sama saat gelaran penutupan Nusantara Mengaji di Masjid Raya, Makassar, 8 Mei 2016. Gerakan tersebut juga dimotori oleh Majelis Khataman Alquran (MATAN) dengan Inisiator, A Muhaimin Iskandar yang mempunyai tujuan mengembalikan spirit mengaji di Indonesia. TEMPO/Fahmi Ali

TEMPO.CO, Bandung - Sebanyak 800 remaja setingkat SMP, SMA dan SMK di Kota Bandung mengukuti program Remaja Mengaji. Kegiatan ini digelar untuk mengisi liburan sekolah selama bulan puasa.

Acara diselenggarakan oleh Majelis Ta'lim Riyadlul Jannah Kota Bandung bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMPPAI) Kota Bandung, didukung Dinas Pendidikan Kota Bandung dan Kementerian Agama Kota Bandung.

Program Remaja Mengaji ini digelar selama tiga hari berturut-turut dimulai Senin, 6 Juni hingga Rabu, 8 Juni 2016 di Masjid Agung Trans Studio Bandung, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung. Temanya adalah "Generasi Muda Mengaji, Berprestasi dan berakhlakul karimah.

"Ini adalah bentuk kontribusi Majlis Talim Riyadlul Jannah untuk generasi muda. Kami ingin menyentuh dan berkomunikasi dengan generasi muda yang ada di Kota Bandung dan ingin syi'ar islam," kata Rina Ririn Herlina, Ketua Panitia Remaja Mengaji sekaligus Ketua Majlis Ta'lim Riyadlul Jannah SMP Negeri 5 Bandung saat ditemui di sela-sela kegiatan, Senin, 6 Juni 2016.

Ada banyak narasumber yang akan mengisi acara ini. Menurut Rina, dengan mengaji para narasumber itu bisa sukses di luar negeri. "Kami menampilkan banyak narasumber yang berprestasi lewat mengaji. Dengan agama mereka berprestasi bisa ke luar negeri, sekolah di luar negeri," ujarnya.

Rina menjelaskan, kegiatan tersebut diharapkan bisa merangsang kembali generasi muda agar mau membaca serta mengkaji kitab suci Al-Quran, mumpung dalam bulan Ramadan. "Kami ingin putra putri kita mengenal dan dekat dengan majlis ta'lim dan agama. Karena dengan mengaji, insya allah prestasi akan diraih dan kita ingin generasi muda berakhlakul karimah," tuturnya.

Rina menambahkan, selama ini masih banyak orangtua yang mengesampingkan pendidikan keagamaan untuk anak-anaknya. "Orangtua ada kecenderungan lebih mengedapankan pendidikan akademis ketimbang Al-Quran karena seolah Al-Quran tidak akan menunjang karir, sementara akademis diusahakan mati-matian. Kami ingin ada keseimbangan. Dengan mengaji, mendekati Al-Quran, Insya Allah berprestasi," tuturnya.

Dalam kegiatan Remaja Mengaji, lanjut Rina, terdapat beberapa narasumber yang akan menyampaikan pengetahuan seputar remaja dan pendidikan yang menyangkut agama Islam seperti psikologi anak-anak generasi muda, edupreneur dan etika berkomunikasi dalam Islam.

"Kemudian ada tahsin Al-Quran agar anak-anak tahu teknik-teknik membaca Al-Quran. Dan di hari terakhir ada Ibu Netty Heryawan (istri Gubernur Jawa Barat) yang akan menyampaikan syi'ar islam bertema dengan Al-Quran Kita Bisa Dialog dengan Allah dilanjutkan dengan santunan sosial 100 anak yatim piatu," bebernya.

Kegiatan Remaja Mengaji dibuka oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Orang nomor satu di Kota Kembang ini pun mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai sarana mengisi libur sekolah saat Ramadan.

"Ini contoh yang kita rekomendasikan, apalagi sekolah sudah selesai, kemudian bersamaan masuk Ramadan. Jadi timingnya tahun ini bagus," ujarnya.

Ridwan Kamil berharap ada lebih banyak lagi kegiatan-kegiatan keagamaan untuk siswa-siswi sekolah yang kebingungan mengisi waktu luang pada musim liburan tahun ini yang bertepatan dengan Ramadan.

"Anak-anak pasti bingung mau cari kegiatan apa. Nah, saya memotivasi sekolah-sekolah, masjid-masjid, lembaga-lembaga (keagamaan) untuk membuat pesantren kilat atau remaja mengaji. Tiga hari atau seminggu," imbuhnya.

PUTRA PRIMA PERDANA

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Jumat, 30 Juli 2021

Terpopuler