JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Senin, 26 Juli 2021

Akibat Erupsi Raung, Arus Balik dari Bandara Trunojoyo Sepi

Reporter :

Editor : Kukuh S Wibowo Surabaya


Senin, 20 Juli 2015 22:02 WIB

Kru landasan membimbing pesawat kecil mendarat di landasan yang dikelola maskapai Susi Air milik Menteri Perikanan & Kelautan, Susi Pudjiastuti, di Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, Sabtu 1 November 2014. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Sumenep-Jumlah penumpang arus balik Lebaran di Bandar Udara Trunojoyo, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menurun. Kepala Dinas Perhubungan Sumenep Mohammad Fadilah mengatakan berkurangnya jumlah penumpang salah satunya disebabkan oleh sistem buka tutup yang diterapkan Bandara Noto Hadinegoro Jember akibat erupsi Gunung Raung. "Menurun sekitar 20 persen," kata Fadilah, Senin, 20 Juli 2015.

Saat arus mudik Lebaran pekan lalu, kata dia, pesawat Cesna Grand Cavana milik maskapai Susi Air  berkapasitas 12 penumpang selalu penuh terisi. Namun, tutur Fadilah, pada arus balik setiap pemberangkatan rata-rata hanya tujuh kursi yang terisi. "Tidak hanya ke Jember, penerbangan ke Surabaya juga menurun," ujar dia.

Selain karena erupsi Gunung Raung, Fadilah melihat belum stabilnya jumlah penumpang di Bandara Trunojoyo karena ada kecenderungan pemudik lebih memilih pulang-pergi dengan kendaraan pribadi. "Dengan mobil, pemudik bisa singgah ke ke saudaranya atau pergi ke tempat wisata," kata dia.

Di sisi lain Fadilah mengakui fasilitas di Bandara Trunojoyo belum memadai. Ke depan, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Sumenep akan meningkat layanan dan fasilitas bagi penumpang, misalnya dengan membangun ruang tunggu yang lebih nyaman.

"Runway juga akan kami perpanjang menjadi 1.800 meter agar bisa didarati pesawat besar. Saat ini runway hanya 1.200 meter," ujar dia.

Bandara Trunojoyo di Pulau Madura resmi beroperasi pada 2 Mei 2015. Bandara ini baru melayani rute penerbangan Jember dan Surabaya sebanyak dua kali dalam sepekan.

MUSTHOFA BISRI

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Senin, 26 Juli 2021

Terpopuler