JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Sabtu, 24 Juli 2021

Baznas: Standar Beras Zakat Fitrah Bukan Raskin

Reporter :

Editor : Zed abidien


Selasa, 14 Juli 2015 02:56 WIB

Kantong beras yang dibagikan kepada ribuan warga dalam pembagian Zakat Fitrah di Masjid Istiqlal, Jakarta, 27 Juli 2014. Masjid Istiqlal memberikan zakat berupa 30 ton beras. Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Bandung - Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat, Arif Ramdani mengingatkan, perhitungan Zakat Fitrah mengambil beras dengan standar menengah ke atas. “Bukan standar Raskin, karena yang harus dipastikan adalah beras zakat fitrah adalah layak untuk dimakan,” kata dia di Bandung, Senin, 13 Juli 2015.

Arif mengatakan, sebagian masyarkat ada yang berpegang pada madzab yang meyakini Zakat Fitrah tidak bisa di konversi dalam bentuk uang, selebihnya membolehkan. “Bahkan ada yang meneirma konversi dalam bentuk uang, dan uangnya dibagikan lagi ke beras, karena dia punya pendapat bahwa Zakat Fitrah itu harus dengan makanan pokok yang berlaku di satu tempat atau satu negara,” kata dia.

Menurut Arif, Baznas memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk memilih cara membayarkan Zakat Fitrah tersebut. “Secara ketentuan merujuk pada tuntutan Islam, yang mungkin berbeda itu di standar harga beras. Kalau di Kota Bandung Rp 11.500 per kilogram, ada juga yang memakai Rp 12 ribu per kilogram, ada juga yang tidak dikonversi tapi dengan beras, karena ada berbagai pendapat sehingga kita memberikan keleluasaan,” kata dia.

Arif mengatakan, potensi Zakat Fitrah akan terus meningkat setiap tahun. “Zakat Fitrah ini zakat jiwa sehingga bayi yang baru lahir pun akan dikeluarkan Zakat Fitrahnya oleh orang-tuanya, sehingga otomatis dengan angka kelahiran cukup tinggi, bertambah, sehingga Zakat Fitrah akan bertambah,” kata dia.

Menurut Arif, Zakat Fitrah yang terkumpul di Jawa Barat pada 2014 lalu menembus Rp 30 miliar, dari jumlah itu 30 persennya berupa beras. “Tahun ini mudah-mudahan meningkat karena sosialisasi cukup gencar, mudah-mudahan bisa meningkat antara 10 persen sampai 20 persen,” kata dia.

AHMAD FIKRI

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Sabtu, 24 Juli 2021

Terpopuler