JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Kamis, 29 Juli 2021

Antisipasi Macet, 1 Bus Ada 2 Sopir dan 1 Kondektur  

Reporter :

Editor : Kodrat setiawan


Minggu, 12 Juli 2015 03:59 WIB

Sejumlah penumpang membawa barang-barangnya menuju bus saat berada di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, 9 Juli 2015. Untuk mengantisipasi arus mudik dan balik 2015, Terminal Kampung Rambutan menyiapkan armada sebanyak 7.923 bus reguler dan 490 bus bantuan. TEMPO/Frannoto

TEMPO.CO, Ciamis - Perusahaan otobus Gapuraning Rahayu menempatkan dua sopir dan satu kondektur dalam satu bus. Hal ini untuk mengantisipasi sopir kelelahan akibat kemacetan parah selama di perjalanan.

"Kita memberangkatkan satu kendaraan dengan dua sopir ditambah satu kondektur. Ini untuk keselamatan penumpang," kata General Manager PT Gapuraning Rahayu, Iwan Bikwanto, saat ditemui di kantornya, di Ciamis, Jawa Barat, Sabtu, 11 Juli 2015.

Bus Gapuraning Rahayu melayani rute Jakarta-Cilacap. Menurut Iwan, dalam kondisi normal sopir bus biasa mengemudi selama tujuh sampai delapan jam dari Jakarta ke Cilacap. Namun saat arus mudik, di mana arus lalu lintas mengalami kemacetan, waktu tempuh bisa menjadi lebih dari 14 jam. Iwan menganggap hal itu membuat sopir kelelahan sehingga harus bergantian.

Sementara peningkatan jumlah penumpang, Iwan mengatakan, mulai terjadi Jumat sore. Namun peningkatan ini belum signifikan.

Selama mudik, kata Iwan, pihaknya hanya mengoperasionalkan bus milik perusahaan saja, tidak mendatangkan bus bantuan. Jumlah bus yang dioperasionalkan ada 120 unit. "Kita berdayakan bus sendiri," kata Iwan.

Salah seorang penumpang tujuan Jakarta, Iman mengatakan, saat arus mudik waktu tempuh biasanya menjadi lama karena jalanan macet. Oleh karenanya, kata dia, perusahaan bus harus menyiapkan sopir cadangan di setiap bus.

"Biasanya sopir kelelahan. Ada dua sopir di dalam satu bus sangat bagus. Bisa bergantian jika lelah. Penumpang juga merasa aman di perjalanan," katanya.

CANDRA NUGRAHA

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Kamis, 29 Juli 2021

Terpopuler