JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Sabtu, 24 Juli 2021

Unik, Ngabuburit di Pesantren Kilat Film Bandung

Reporter :

Editor : Kodrat setiawan


Senin, 6 Juli 2015 04:59 WIB

lavenderbluemedia.com

TEMPO.CO , Bandung: "Camera roll action," teriak seorang anak mengarahkan adegan, bak sutradara terkenal. Anak lainnya sibuk dengan kamera mencari sudut yang tepat.

Dua anak dengan serius berakting sesuai arahan sang sutradara. Itulah salah satu kegiatan pesantren kilat yang dilakukan di Taman Baca Masyarakat (TBM) Sukamulya, Bandung.

Bila biasanya pesantren kilat Ramadan diisi dengan pengajian dan tausiah. Lain lagi di TBM Sukamulya yang mengadakan pesantren kilat unik. Ya namanya Pesantren Kilat Film Islam. Para santri, selain diajarkan materi keislaman, juga diberi materi dan praktek tentang perfilman.

"Kami bikin yang beda biar menarik buat anak muda. Apalagi sekarang kan lagi gencar-gencarnya untuk menjadikan Bandung sebagai kota film," ujar Nita Juniati, relawan sekaligus ketua program Persantren Film Movislam di Bandung, Jumat, 3 Juli 2015.

Menurut Nita, para peserta yang bergabung dibekali materi tentang penggarapan sebuah film mulai dari pra produksi, produksi sampai pasca produksi.

Peserta dibagi dalam beberapa bidang diantaranya penulisan skenario, music director, penyutradaraan, wadrobe, make up, aktor dan bidang lainnya.

Semua peserta akan diarahkan untuk membuat sebuah film islami yang nantinya akan diikutkan dalam festival film POS pada akhir tahun 2015. "Syukur-syukur nanti bisa jadi film maker islami yang handal," ucap dia.

Nita mengatakan selain film, para peserta harus membaca buku dalam gerakan membaca yang dilangsungkan rutin tiap harinya. "Biar bikin film nya gak kosong mereka diwajibkan untuk membaca dan menulis catatan harian selama ikut Movislam," kata dia.

Pesantren film yang bertajuk Movislam tersebut berlangsung satu minggu mulai dari 28 Juni sampai 5 Juli 2015. Jumlah peserta mencapai 30 orang dari SMP sampai kuliah.

Nita berharap dengan adanya pesantren film ini akan melahirkan insan muda kreatif dan memajukan industri kreatif dengan muatan keislaman yang kental. "Melalui hobi, sebuah karya akan tercipta dari hati," kata dia.

ROBBY DARMAWAN

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Sabtu, 24 Juli 2021

Terpopuler