JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Rabu, 4 Agustus 2021

Hercules Jatuh, Mahasiswa Natuna Tak Bisa Mudik  

Reporter :

Editor : Raihul Fadjri


Jumat, 3 Juli 2015 14:35 WIB

TEMPO/Novi Kartika

TEMPO.CO, Pekanbaru - Jatuhnya pesawat Herculus C-130 di Medan, Sumatera Utara menyebabkan mahasiswa asal Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, kesulitan mudik lebaran tahun ini. Belasan mahasiswa asal Ranai turut menjadi korban saat menumpang pesawat nahas itu pulang ke kampung halaman.

“Transportasi sangat sulit sekali bagi kami yang tinggal di kepulauan,” kata Sekretaris Ikatan Mahasiswa Natuna, Fathurozi saat dihubungi Tempo, Jumat, 3 Juli 2015.

Fathurrozi mengatakan, persoalan transportasi sebenarnya sudah menjadi cerita lama yang tak kunjung ada solusi di daerahnya. “Akhirnya warga lebih mengharapkan bantuan dari Hercules. Selain hemat biaya juga hemat waktu,” katanya. Dia menilai pemerintah daerah setempat tidak mampu memberikan pelayanan transportasi yang baik bagi masyarakatnya.

Menurut Fathurozi, mahasiswa asal Natuna kini panik karena kesulitan pulang kampung dalam rangka liburan hari raya Idul Fitri. Apalagi dua kapal Pelni yang menjadi andalan masyarakat setempat justru memutus akses ke Natuna. Pelni malah mengalihkan rute ke Kalimantan dengan alasan penumpang lebih banyak di wilayah itu.

Alhasil, akses satu-satunya tersisa hanyalah penerbangan komersil yang membutuhkan biaya sangat mahal, bisa mencapai Rp 1,6 juta sekali jalan. “Tidak sesuai dengan isi kantong mahasiswa,” katanya. Menurut dia, mereka akan berusaha membicarakan masalah ini dengan pemerintah daerah. Menurut Fathurozi, pengalihan rute kapal Pelni itu karena kontrak kerja Pelni dengan Pemerintah Daerah tidak jelas.

Fatur berharap, peristiwa Hercules nahas yang menimpa warga dan mahasiswa asal Natuna mampu membuka mata pemerintah untuk lebih memperhatikan pelayanan transportasi yang layak bagi masyarakat perbatasan. Mereka menagih janji presiden RI Joko Widodo yang kerap kali mengembar-gemborkan visi arah pembangunan kembali ke laut atau pengembangan infrastruktur maritim. “Tolong benahi transportasi kami,” ujarnya.

RIYAN NOFITRA

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Rabu, 4 Agustus 2021

Terpopuler