JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Kamis, 29 Juli 2021

Tiga Tahap Berbuka Puasa yang Benar

Reporter :

Editor : Rini Kustiani


Jumat, 26 Juni 2015 16:02 WIB

Warga membeli takjil untuk berbuka puasa di Pasar Benhil, Jakarta, 25 Juni 2015. Saat Ramadan, Pasar Benhil bak pasar kaget takjil, yang menjual aneka kue dan minuman dengan harga yang relatif murah. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Selama berpuasa kita memang tidak makan dan minum seharian. Namun itu tidak menjamin berat badan turun. Bahkan, banyak orang yang mengeluh berat badannya naik seusai bulan Ramadan.

Menurut Nano Oerip, Manajer Program dan Pengembangan Gold's Gym Indonesia, di bulan Ramadan gaya hidup orang berubah. Selain kurang berolahraga, pola makan jadi asal-asalan.

"Banyak menu berbuka puasa yang tidak sehat karena mengandung gula. Dan menu seperti itu dikonsumsi berlebihan," ujar Nano di Gold's Gym Cilandak Town Square, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2015.

Sebuah paradigma "berbukalah dengan yang manis" sepertinya ingin disingkirkan Nano. Dia tidak menyarankan orang yang berpuasa mengkonsumsi gula saat berbuka. Itu akan membuat kadar gula dalam tubuh langsung meningkat karena tubuh belum menerima asupan apa pun setelah sahur.

Nano mengajurkan tiga tahap berbuka yang benar. Pertama, saat beduk berkumandang, batalkan puasa dengan banyak meminum air putih dengan camilan seperti dua buah kurma.

"Cairan dalam tubuh yang berkurang saat puasa harus segera diganti agar tubuh tak mudah letih dan konsentrasi pulih," tuturnya.

Kedua, setelah salat Magrib, santaplah makanan yang memiliki kadar kalori ringan. Nano menyebutnya sebagai camilan kedua. "Camilan kedua hanya untuk mengganjal dan tidak mengenyangkan. Bisa dengan beras merah, gado-gado, buah, dan sayuran," ujarnya.

Ketiga, Nano memperbolehkan makan berat. Makanan berat yang dianjurkan Nano adalah menu bergizi dan hanya satu piring. Setelah makan, sebaiknya tidak langsung tidur sampai batas waktu satu jam lebih. "Boleh makan berat, tapi hanya satu piring. Sebaiknya, makanan yang banyak mengandung serat," tutupnya.

LUHUR PAMBUDI

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Kamis, 29 Juli 2021

Terpopuler