JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 25 Juli 2021

Ramadan dan Lebaran, Stok Daging Sapi di Malang Berlebih  

Reporter :

Editor : Hadriani Pudjiarti


Senin, 22 Juni 2015 16:25 WIB

Ilustrasi Daging Sapi.Tempo/Subekti

TEMPO.CO, Malang - Kebutuhan daging sapi di selama bulan suci Ramadan dan Lebaran di wilayah Malang Raya tercukupi. Bahkan persediaan daging sapi masih mencukupi kebutuhan hingga Hari Raya Haji alias Idul Adha, September mendatang. Dengan demikian masyarakat diminta tak usah mengkhawatirkan ketersediaan daging sapi di pasaran.

Wilayah Malang Raya mencakup Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Kebutuhan daging warga Kota Malang dan Kota Batu masih bisa dipasok dari Kabupaten Malang lantaran produksi daging di daerah “saudara tua” ini berlebih alias surplus.

Bupati Malang Rendra Kresna mengatakan, daerah yang ia pimpin sudah sejak lama dikenal sebagai pemasok daging sapi dan susu sapi segar terbesar di Provinsi Jawa Timur. Karena sudah mampu berswasembada, sebagian daging dikirim ke daerah lain di Jawa Timur, terutama ke “saudara muda” Kota Malang dan Kota Batu.

“Total produksi daging sapi kami mencapai 6.500 ton per tahun. Dari seluruh produksi ini masih ada kelebihan 50 persen yang kami kirim ke luar Malang. Kebanyakan daging diserap ke Malang Kota dan Batu,” kata Rendra, Senin, 22 Juni 2015.

Produksi surplus daging sapi tersebut seturut dengan penambahan populasi sapi potong. Tahun lalu populasi sapi potong meningkat 5,9 persen dari periode 2013, dengan total populasi 199.431 ekor. Angka kelahiran sapi potong per tahun mencapai 58.500 ekor.

Pemerintah daerah setempat bertekad meningkatkan produktivitas para peternak agar stok daging terjaga dan juga ketersediaan susu segar bertambah. Keberhasilan swasembada daging tersebut dicapai berkat keuletan dan kreativitas para peternak tanpa mengabaikan kerja sama dengan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Peternakan Sudjono menambahkan, para peternak di Kabupaten Malang sudah terbiasa menerapkan teknologi peternakan, seperti teknologi pakan untuk penggemukan sapi dan teknologi inseminasi atau kawin suntik. Dua teknologi ini dinilai mampu meningkatkan kualitas bibit sapi.

Keberhasilan swasembada daging membuat Pemerintah Kabupaten Malang optimistis. Bahkan, kata Sudjono, potensi peternakan di kabupaten terluas kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Banyuwangi itu dinilai masih bisa bersaing dengan sejumlah negara Asia Tenggara atau ASEAN dan karenanya Kabupaten Malang percaya diri menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Kepercayaan diri itu dicontohkan Sudjono dengan menyebut perwakilan peternak Myanmar, Laos, dan Timor Leste yang pernah berstudi banding di Kabupaten Malang.

ABDI PURMONO

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 25 Juli 2021

Terpopuler