JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Kamis, 29 Juli 2021

Absen Ngaji, Remisi Narapidana Madiun Bisa Ditangguhkan  

Reporter :

Editor : Zed abidien


Jumat, 19 Juni 2015 19:42 WIB

Seorang penghuni Pondok Pesantren At Taubah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Lowokwaru Kota Malang sedang mengaji Alquran, (16/8). Sebanyak 40 narapidana sehari-hari belajar agama di Pondok Pesantren At Taubah LP Lowokwaru Kota Malang. TEMPO/Bibin Bintariadi

TEMPO.CO, Madiun - Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun, Jawa Timur, menambah jam ibadah bersama bagi para narapidana dan tahanan muslim selama Ramadan. Salat wajib maupun sunah berjemaah, tausiyah, dan tadarus Al-Quran yang selama ini dilaksanakan pagi hari (pukul 07.00-11.00) juga dilakukan malam hari (pukul 19.00-22.00) di Masjid At Taubah, kompleks penjara.

"Sifatnya setengah wajib. Kami tetap mengajak para warga binaan dengan mendatangi ke ruangannya," kata Kepala Bidang Pembinaan LP Madiun Masudi, Jumat, 19 Juni 2015.

Bagi narapidana yang tidak mengikuti kegiatan keagamaan, ia melanjutkan, pihak sipir akan memberikan penilaian negatif yang bisa berdampak pada pemberian remisi, pembebasan bersyarat, dan cuti bersyarat. Hal ini sesuai dengan peraturan yang mengatur tentang penangguhan hak bagi narapidana.

"Kalau sanksi bagi yang tidak mengikuti kegiatan agama belum ada karena belum ada juknis (petunjuk teknis)-nya. Tapi akan menjadi pertimbangan untuk memberikan hak narapidana," ujar Masudi.

Jadwal ibadah bersama para narapidana dan tahanan muslim LP Madiun berlangsung mulai Senin hingga Sabtu setiap pekannya. Selain melibatkan sipir, kegiatan itu juga dibantu oleh petugas kantor Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia, dan pondok pesantren di luar LP. Adapun pelaksanaannya dilangsungkan secara bergilir yang setiap harinya diikuti 150-an narapidana dan tahanan.

Awi Thohari, salah satu tahanan titipan Kejaksaan Madiun, tidak menyangka berlangsung ibadah bersama di dalam LP. Setelah sebulan berada di penjara, pria yang diduga melakukan penggelapan uang ini merasa lebih dekat dengan Tuhan. "Timbul kesadaran, timbul kebutuhan untuk beribadah," ujar Awi saat ditemui di dalam LP.

NOFIKA DIAN NUGROHO

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Kamis, 29 Juli 2021

Terpopuler