Jembatan Comal Amblas, Pemudik Menumpuk di Jakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja memperbaiki jembatan yang amblas di jalur pantura Comal, Pemalang, Jawa Tengah, 18 Juli 2014. ANTARA/Oky Lukmansyah

    Sejumlah pekerja memperbaiki jembatan yang amblas di jalur pantura Comal, Pemalang, Jawa Tengah, 18 Juli 2014. ANTARA/Oky Lukmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sudah lebih dari lima jam, Ika Dama, warga Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menunggu kedatangan bus yang akan membawanya mudik ke Semarang. Seharusnya dia berangkat dari Jakarta pada pukul 15.00. "Tapi sampai sekarang (pukul 20.00) busnya belum datang," kata dia kepada Tempo, Senin, 21 Juli 2014. "Busnya belum sampai."

    Ika berangkat ke Semarang menumpang bus Perusahaan Otobus Nusantara. Dia berangkat dari pool bus tersebut di Ciputat menggunakan bus tujuan Kudus. "Tadi diberitahu bukan cuma bus yang ke Kudus yang terlambat, tapi seluruh bus tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur juga ngaret," dia menjelaskan. "Mau protes juga gimana, yang salah bukan perusahaan busnya." (Baca juga: Efek Comal Rubuh, Jalur Tegal-Brebes Lumpuh)

    Tidak hanya Ika yang harus bersabar lebih lama agar bisa berangkat. Di pool bus tersebut ada puluhan penumpang yang juga menunggu kedatangan bus. "Semua bus yang dijadwalkan berangkat hari ini terlambat datang. Penumpang menumpuk sejak tadi sore," ujarnya.

    Keterlambatan bus-bus yang akan mengangkut para pemudik dari Jakarta ke sejumlah kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur ini disebabkan ambruknya Jembatan Comal di Pemalang, Jawa Tengah. Jembatan yang terletak di jalur pantai utara Jawa ini amblas pada Kamis malam, 17 Juli 2014 lalu. Akibatnya, jalur antara Pemalang dan Pekalongan putus sehingga arus lalu lintas dialihkan menuju sejumlah jalan alternatif.

    Menurut Ipung, petugas tiket PO Nusantara yang dihubungi Tempo, keterlambatan bus ini disebabkan kendaraan besar tidak bisa melintasi jalur alternatif yang disediakan. Sejumlah ruas jalan yang ada hanya bisa dilalui sepeda motor, mobil, atau truk kecil. Sedangkan bus dan truk besar harus melalui jalur selatan.(Baca juga: Comal Ambles, Biaya Perjalanan Sopir Membengkak)

    "Bukan hanya bus kami yang terlambat datang, bus perusahaan lain juga telat," kata dia. "Jadi, bus dari kota asal yang mau kembali ke Jakarta harus memutar lewat jalur selatan atau jalan alternatif lain." Hal ini membuat waktu tempuh bertambah sekitar lima hingga enam jam.

    Imbas dari amblasnya Jembatan Comal itu, kata Ipung, mempengaruhi semua jadwal keberangkatan bus. "Karena semua bus kami melayani tujuan kota-kota di pantai utara Jawa, maka semuanya terlambat." Dia meminta para penumpang bersabar, apalagi waktu tempuh akan lebih lama. "Semua bus diarahkan ke jalur selatan, melalui Tasikmalaya, dan kami perkirakan akan sangat macet." (Baca juga: Kamis, Jembatan Comal Bisa Dilintasi)

    PRAGA UTAMA

    Berita lainnya
    Putus Sengketa Pilpres, MK Diminta Independen
    Jika Tak Puas, Ibas Sarankan Prabowo ke MK
    Relawan Jokowi-JK Subang Emoh Geruduk KPU
    JK: Prabowo Kalah karena Gol Bunuh Diri
    Tim Prabowo Jateng Tak Kerahkan Massa ke Jakarta
    Tim Prabowo: Kinerja Penyelenggara Pemilu Buruk
    Mahfud: Kami Tunggu Pengumuman KPU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.