JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Senin, 26 Juli 2021

PT KAI Sediakan Kereta Khusus untuk Difabel  

Reporter :

Editor : Istiqomatul Hayati


Minggu, 20 Juli 2014 13:11 WIB

Pekerja memutarkan rel lokomotif untuk dimasukan ke ruang perbaikan lokomotif kereta di Dipo Lokomotif Jatinegara, Jakarta Timur, 11 Juli 2014. PT KAI menyiapkan sarana dan prasarana angkutan mudik lebaran 2014, untuk perjalanan KA Reguler, dan KA lebaran kelas komersil dan non komersil. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia Derah Operasi IV Semarang menyediakan kereta Lebaran khusus bagi penyandang disabilitas atau warga berkebutuhan khusus. Layanan itu disiapkan sebanyak dua gerbong pada Kereta Api Menoreh Lebaran tujuan Semarang-Jakarta pulang-pergi.

"Masing-masing gerbong mampu menampung 64 tempat duduk bagi kaum difabel," kata Kepala PT KAI Daop IV Semarang Wawan Ariyanto saat dihubungi, Ahad, 20 Juli 2014.

Layanan kereta Lebaran khusus itu sengaja disediakan berdasarkan usulan sejumlah kelompok penyandang disabilitas. Menurut dia, PT KAI sengaja merespons usulan itu untuk menjamin kelompok difabel terlayani angkutan kereta api.

"Layanan khusus itu disesuaikan kebutuhan pengguna, seperti kamar mandi sesuai kebutuhan difabel yang berbeda dengan kamar mandi penumpang umum," kata Wawan menjelaskan.

Tak hanya layanan dalam kabin, gerbong itu juga dilengkapi kemudahan bagi penyandang difabel untuk mengakses ke dalam kereta secara mudah. Kelengkapan itu meliputi pelepasan anak tangga di pintu masuk kereta, diganti dengan alat yang bisa memudahkan kursi roda lewat dan mudah diakses bagi penyandang tunanetra.

Keberadaan Kereta Api Menoreh sebagai kereta tambahan selama angkutan Lebaran tahun ini. PT KAI menyediakan kereta kelas ekonomi dengan layanan maksimal, seperti kelengkapan pendingin kabin dan GPS.

Ketua Organisasi Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia Kabupaten Demak Sugeng Widodo menyambut baik layanan kereta khusus itu. Menurut dia, layanan kereta api Lebaran itu akan memudahkan bagi penyandang disabilitas untuk mobilitas jauh.

"Ini memberikan kemudahan bagi kami yang selama ini berharap dari layanan umum, termasuk angkutan," kata Sugeng.

Menurut dia, layanan secara khusus bagi penyandang difabel itu sudah sering disampaikan organisasinya yang selama ini menyuarakan hak-hak khusus bagi kelompoknya. "Selama ini layanan bagi penyandang difabel hanya berlaku di rumah sakit dan bandara," kata Sugeng.

Ia menjelaskan layanan angkutan kereta bagi penyandang difabel itu sangat membantu bagi ratusan ribu penyandang difabel di Jawa Tengah. Tercatat pada tahun 2010 sudah terdapat sekitar 135 ribu anggota organisasi penyandang disabilitas di Jawa Tengah.

"Mungkin saat ini bertambah, dengan begitu layanan pendukung di fasilitas umum seperti angkutan kereta sangat baik untuk diterapkan," katanya.

EDI FAISOLBaca juga:Mahfud Md.: Dua Capres Sama-sama CurangSBY Klaim Mampu Tengahi Perselisihan di PilpresKalah Telak, Saksi Prabowo Tolak Tanda TanganLuhut Berharap Tokoh Muda Pimpin GolkarKomite Buruh Tolak Rencana Pengawalan Suara

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Senin, 26 Juli 2021

Terpopuler