JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Jumat, 6 Agustus 2021

Libur Lebaran, SAR Yogyakarta Siaga 14 Hari  

Reporter :

Editor : Rini Kustiani


Kamis, 17 Juli 2014 06:16 WIB

Satu regu tim SAR (Search And Rescue) mencari dua orang korban kapal tengelam di perairan Bintan, Kepri, Senin (26/12). ANTARA/Feri

TEMPO.CO, Yogyakarta - Tim Search and Rescue Yogyakarta menempatkan personelnya di tempat-tempat wisata sejak H-7 hingga H+7 Lebaran mendatang. Mereka diminta bersiaga untuk mengantisipasi kecelakaan yang dialami wisatawan di tempat-tempat wisata, seperti pantai, gunung, maupun lokasi susur gua.

"Ada dua ribuan personel kami kerahkan dibantu aparat kepolisian dan TNI," kata Humas SAR Yogyakarta, Daru Supriyono, saat ditemui Tempo, Rabu, 16 Juli 2014. Tim SAR akan ditempatkan di 16 sektor pantai dari Kulon Progo hingga Gunung Kidul. Mereka juga melibatkan potensi masyarakat lokal di sana.

Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan di lokasi wisata, SAR juga telah berkoordinasi dengan pengelola wisata. Semisal mempersiapkan peralatan wisata yang sesuai dengan standar. Seperti penyediaan pelampung di lokasi wisata air. "Pengunjung yang masuk ke gua juga dibatasi karena oksigennya terbatas," kata Daru.

Adapun Ketua Asosiasi Tour dan Travel Indonesia (Asita) DIY Edwin Ismedi Himna menjelaskan bahwa libur Lebaran kali ini bertepatan dengan kedatangan turis mancanegara ke Indonesia. Kedatangan mereka ke Yogyakarta sudah terlihat semenjak Juni lalu dan akan mencapai puncak pada Agustus-September. "Rata-rata dari Eropa, seperti Belanda, Prancis, Jerman. Ini sudah peak season mereka," kata Edwin.

Paket liburan yang ditawarkan adalah kombinasi antara paket wisata reguler dan paket wisata semi-adventure. Paket wisata reguler seperti Keraton Yogyakarta, Borobudur, dan Prambanan. Sedangkan paket wisata semi-adventure adalah wisata alam, seperti pantai, susur gua, dan Lava Tour Merapi. "Untuk susur gua itu di Pindul Gunung Kidul karena sudah dikenal di luar negeri," kata Edwin. Sedangkan wisata semi-adventure lainnya, diakui Edwin, belum berani dipromosikan. "Karena soal infrastruktur dan safety yang belum memenuhi standar internasional," kata Edwin.

PITO AGUSTIN RUDIANA

Topik terhangat:Jokowi-Kalla | Prabowo-Hatta | Piala Dunia 2014 | Tragedi JIS

Berita terpopuler:Saking Miskinnya, Nenek Ginem Makan BangkaiNASA: Kami Akan Temukan Kehidupan di Luar BumiSinggung Rasul, Ini Klarifikasi Quraish Shihab

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Jumat, 6 Agustus 2021