JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 25 Juli 2021

Warga Serbu Pakaian Rp 1.000 per Potong  

Reporter :

Editor : Rini Kustiani


Rabu, 16 Juli 2014 22:15 WIB

Seorang lansia ikut membeli pakaian bekas yang dijual murah dalam Pasar Murah Ramadan di Balai Kartini, Malang, 16 Juli 2014. TEMPO/Aris Novia Hidayat

TEMPO.CO, Malang - Warga Malang menyerbu gerai yang menjual pakaian seharga Rp 1.000-2.000 per potong di pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Malang di Gedung Kartini, Rabu, 16 Juli 2014. Mereka berdesakan untuk mendapat pakaian bekas layak pakai yang disediakan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Malang. "Pakaiannya murah dan bagus," kata salah seorang pembeli, Nurjanah.

Ia cukup merogoh kocek sebesar Rp 15 ribu untuk membeli sekardus pakaian bagi keluarganya. Ia harus pandai memilah-milah pakaian yang cocok dengan ukuran anak dan suaminya. Nurjanah juga harus mengantre dan berebut dengan pembeli lain.

Pasar murah ini juga menyediakan seragam dan tas sekolah secara cuma-cuma. Aktivitas ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun tim penggerak PKK Kota Malang menjelang Lebaran. Pakaian tersebut merupakan sumbangan dari anggota PKK dan 24 organisasi perempuan lain. Dana yang terkumpul dari penjualan pakaian digunakan untuk menyantuni anak yatim.

"Kami berharap kegiatan ini membantu masyarakat mendapatkan pakaian layak dan murah," kata Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang Dewi Farida Suryani. Panitia pasar murah, Lilik Fauziah, menjelaskan, sejumlah lembaga pemerintah, swasta, dan produsen bahan pokok mengisi gerai di pasar murah itu.

Pemerintah Kota Malang menggandeng pihak swasta untuk menyediakan barang murah. Misalnya beras, gula pasir, minyak goreng, daging olahan, dan tepung. Harga barang pokok murah karena langsung disediakan oleh para produsen. Bulog, misalnya, menyediakan sekitar lima ton beras.

Setiap paket beras seberat lima kilogram dijual seharga Rp 25 ribu. Di pasar, barang yang sama dijual seharga Rp 50 ribu. Di pasar murah ini juga disediakan gerai Bank Indonesia yang menerima penukaran pecahan uang kartal baru. Setiap tahun, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Mereka mengantre sebelum pasar murah dibuka. Bahkan sebagian berasal dari luar Kota Malang.

EKO WIDIANTO

Topik terhangat:Jokowi-Kalla | Prabowo-Hatta | Piala Dunia 2014 | Tragedi JIS

Berita terpopuler:Saking Miskinnya, Nenek Ginem Makan BangkaiNASA: Kami Akan Temukan Kehidupan di Luar BumiSinggung Rasul, Ini Klarifikasi Quraish Shihab

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 25 Juli 2021

Terpopuler