JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Selasa, 3 Agustus 2021

Penjaja Doa Ini Menunggu Peziarah di Karet Bivak  

Reporter :

Editor : Elik Susanto


Rabu, 7 Agustus 2013 21:47 WIB

Sejumlah peziarah berdoa dan menaburkan bunga di atas pusara Ketua MPR Taufiq Kiemas seusai pemakamannya di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta (9/6). Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta - Abdul Latief, 60 tahun, Sairi (50), dan Khusein, 56 tahun, terus terang mengaku sebagai penjaja doa di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta. Mengenakan baju koko dengan sarung yang tergulung dan kopiah putihnya, bertiga dengan sabar menunggu pelanggan yang ingin memakai jasa komat-kamitnya itu. "Kami biasa dipanggil pendoa," ujar Sairi kepada Tempo yang menemuinya pada Rabu, 7 Agustus 2013 siang.

Sairi cs datang jauh-jauh dari Pekalongan ke Jakarta demi mendapatkan rupiah dari peziarah makam. Dia sudah 19 tahun menggeluti pekerjaan ini. "Ini saya lakukan sejak 1994, awalnya ketika saya hanya menjadi pekerja serabutan," ujar Sairi.

 "Lalu ada orang yang minta tolong dibacakan Yasin (salah satu surat dalam Al Quran) ketika ziarah ke makam keluarganya. Karena saya khatam Surat Yasin, permintaan itu saya lakukan. Mudah-mudahan doa saya dan doa yang meminta terkabul. Lumayan saya dapat uang."

Selama di Jakarta, dia menginap di sebuah musala tak jauh dari pemakaman Karet Bivak. "Kami tiba di Jakarta tadi pagi langsung dari Pekalongan. Kami baru pulang setelah 10 hari Lebaran," tutur Sairi yang profesi aslinya sebagai tukang jahit baju di Pekalongan.

Sedangkan Abdul Latief, sehari-hari sebagai petani. Datang ke Jakarta atas ajakan Sairi. Selain membacakan Surat Yasin, Abdul juga pandai melafalkan tahlil. "Biasanya pelanggan ingin mendoakan sanak keluarga secara khusyuk.

Caranya, ya panggil kami," kata Sairi. Sairi tak menentukan onhkos doa. "Kalau baca Yasin Rp 30-50 ribu, tapi seikhlasnya peziarah, mau memberi uang berapaun kami terima," ujarnya.

REZA ADITYA RAMADHAN

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Selasa, 3 Agustus 2021

Terpopuler