BPOM: Jajanan Takjil Mengandung Bahan Berbahaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Amston Probel

    TEMPO/ Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan juga melakukan sampling dan pengujian terhadap pangan jajanan buka puasa (takjil) pada bulan Ramadan ini. Hasilnya, banyak jajanan didapati mengandung bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, pewarna, dan pemanis buatan.

    Deputi Bidang Pengawasan Kemananan Pangan dan Bahan Berbahaya, Roy A. Sparringa, menyatakan pengambilan sampel dilakukan pada para penjaja di pasar tradisional, toko, swalayan, dan tempat-tempat yang khusus menjual pangan buka puasa. Jumlah sampel yang diambil dan diuji sebanyak 2.256 sampel.

    "Sebanyak 297 sampel (13,16 persen) tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan berbahaya, yaitu formalin, boraks, Rhodamin B, methanyl yellow, dan penggunaan pemanis buatan siklamat yang melebihi batas," kata Roy dalam siaran persnya, Kamis, 1 Agustus 2013.

    Jenis pangan yang ditemukan mengandung formalin antara lain mi basah, sate ikan, siomay ikan, tahu, ikan asin, asinan, es cendol, es cincau, dan es pisang ijo. Untuk boraks banyak ditemukan di bakso, es cendol, pempek, kerupuk, mi basah, dan rumput laut.

    Untuk Rhodamin B banyak ditemukan di mutiara, pacar cina, cendol delima, kolang-kaling merah, es sirup, rumput laut, agar-agar merah, kerupuk merah, kue apem, dan sambal terasi. Sementara sakarin banyak terdapat dalam es campur, es pisang ijo, kue lapis, dan talam.

    Dalam tiga tahun terakhir, menurut Roy, temuan pangan jajanan buka puasa berbahaya mengalami penurunan. Jika pada tahun 2011 ditemukan 560 sampel (21,27% dari total sampel) yang tidak memenuhi syarat, pada tahun 2012 menurun menjadi 464 sampel (18,29% dari total sampel), dan 297 sampel (13,19% dari total sampel) hingga 31 Juli 2013.

    Roy mengimbau masyarakat yang menemukan produk pangan yang mencurigakan serta memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BPOM dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000, email ulpk@pom.go.id dan ulpk_badanpom@yahoo.co.id, atau Layanan Informasi Konsumen di BBPOM/BPOM di seluruh Indonesia.

    PINGIT ARIA

    Topik terhangat:

    Ahok vs Lulung
    | Anggita Sari | Bisnis Yusuf Mansur | Kursi Panas Kapolri

    Berita lainnya:
    Ahok Hadapi Preman, Prabowo Pasang Badan
    Ahmadiyah: Moeldoko Terlibat Operasi Sajadah 2011

    Penerobos Portal Busway Bukan Anak Jenderal

    Nazaruddin Janji Ungkap Kasus yang Lebih Besar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.