JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 25 Juli 2021

BPOM: Jajanan Takjil Mengandung Bahan Berbahaya  

Reporter :

Editor : Evieta Fadjar Pusporini


Kamis, 1 Agustus 2013 12:55 WIB

TEMPO/ Amston Probel

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan juga melakukan sampling dan pengujian terhadap pangan jajanan buka puasa (takjil) pada bulan Ramadan ini. Hasilnya, banyak jajanan didapati mengandung bahan berbahaya, seperti formalin, boraks, pewarna, dan pemanis buatan.

Deputi Bidang Pengawasan Kemananan Pangan dan Bahan Berbahaya, Roy A. Sparringa, menyatakan pengambilan sampel dilakukan pada para penjaja di pasar tradisional, toko, swalayan, dan tempat-tempat yang khusus menjual pangan buka puasa. Jumlah sampel yang diambil dan diuji sebanyak 2.256 sampel.

"Sebanyak 297 sampel (13,16 persen) tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan berbahaya, yaitu formalin, boraks, Rhodamin B, methanyl yellow, dan penggunaan pemanis buatan siklamat yang melebihi batas," kata Roy dalam siaran persnya, Kamis, 1 Agustus 2013.

Jenis pangan yang ditemukan mengandung formalin antara lain mi basah, sate ikan, siomay ikan, tahu, ikan asin, asinan, es cendol, es cincau, dan es pisang ijo. Untuk boraks banyak ditemukan di bakso, es cendol, pempek, kerupuk, mi basah, dan rumput laut.

Untuk Rhodamin B banyak ditemukan di mutiara, pacar cina, cendol delima, kolang-kaling merah, es sirup, rumput laut, agar-agar merah, kerupuk merah, kue apem, dan sambal terasi. Sementara sakarin banyak terdapat dalam es campur, es pisang ijo, kue lapis, dan talam.

Dalam tiga tahun terakhir, menurut Roy, temuan pangan jajanan buka puasa berbahaya mengalami penurunan. Jika pada tahun 2011 ditemukan 560 sampel (21,27% dari total sampel) yang tidak memenuhi syarat, pada tahun 2012 menurun menjadi 464 sampel (18,29% dari total sampel), dan 297 sampel (13,19% dari total sampel) hingga 31 Juli 2013.

Roy mengimbau masyarakat yang menemukan produk pangan yang mencurigakan serta memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BPOM dengan nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000, email ulpk@pom.go.id dan ulpk_badanpom@yahoo.co.id, atau Layanan Informasi Konsumen di BBPOM/BPOM di seluruh Indonesia.

PINGIT ARIA

Topik terhangat:Ahok vs Lulung | Anggita Sari | Bisnis Yusuf Mansur | Kursi Panas Kapolri

Berita lainnya:Ahok Hadapi Preman, Prabowo Pasang Badan Ahmadiyah: Moeldoko Terlibat Operasi Sajadah 2011Penerobos Portal Busway Bukan Anak Jenderal Nazaruddin Janji Ungkap Kasus yang Lebih Besar

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 25 Juli 2021

Terpopuler