JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Kamis, 29 Juli 2021

Ini Daerah Rawan Kejahatan Jalur Mudik Jabar  

Reporter :

Editor : Yandi M rofiyandi TNR


Selasa, 30 Juli 2013 09:02 WIB

Pekerja mengerjakan peningkatan jalan beton di jalur utama mudik di Rancaekek, Bandung, Jawa Barat (11/7). Sejumlah titik di jalur utama mudik menuju Pantai Selatan Jawa melalui Nagreg, Tasikmalaya, dan Garut, tengah diperbaiki untuk mengurangi kemacetan kendaraan pemudik. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Bandung - Kepolisian mewaspadai sedikitnya 37 kawasan rawan kriminalitas konvensional serta 33 rawan sabotase dan teror di jalur mudik Jawa Barat. Begitupun 46 kawasan rawan bandit dan sabotase di jalur alternatif dan penyangga.

"Selain rawan kemacetan dan kecelakaan, paling rawan kejahatan itu terutama jalur Pantura, kemudian jalur selatan. Ada bajing loncat, pemaksaan (premanisme)," ujar Kepala Polda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Suhardi Alius, usai sebuah acara di Jalan Martadinata, Kota Bandung, Senin, 29 Juli 2013. 

Namun jenderal bintang dua ini memastika antisipasi pengamanan polisi secara tertutup sudah siaga di segenap kawasan rawan kejahatan tersebut. "Nanti (saat pengawalan jalur mudik mulai H-7) kami tambah anggota pengamanan di situ," kata Suhardi

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Martinus Sitompul, menambahkan kejahatan konvensional meliputi premanisme/percaloan, aksi penipuan, pencurian, perampokan, sampai tawuran. "Modusnya bisa aksi bajing loncat, hipnotis, TPR (tempat pemungutan retribusi) gelap,"kata dia. 

Aksi kejahatan konvensional dan sabotase ini membentang di sepanjang rute perjalanan mudik dan balik, antara lain di terminal-terminal, stasiun kereta, dan bandara. Selain itu, di kawasan pasar tumpah dan keramaian kota, pompa bensin/rumah makan, dan kawasan objek wisata. Bahkan juga mesjid/tempat ibadah dan pemakaman umum.

"Sebaran kejahatan konvensional ada 18 kawasan di jalur Pantura, 6 di jalur tengah, 13 kawasan di jalur selatan, dan 24 di jalur penyangga," kata Martinus, Selasa, 30 Juli 2013. Adapun kawasan rawan sabotase dan teror setidaknya ada 13 titik di Pantura, 5 di jalur tengah, 15 di jalur selatan, dan 22 di jalur penyangga. 

"Personel pengamanan disiapkan 549 personel di seluruh kawasan jalur," kata Martinu. Jumlah personel siaga tersebut belum termasuk bantuan pengamanan dari 6 kompi Brigade Mobil. 

"Pengamanan berupa kegiatan patroli rutin hingga tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan. Tentu juga imbauan kepada warga agar selalu waspada dan segera melapor polisi bila mengalami atau melihat tindak kejahatan," kata dia.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi Polda, kawasan rawan kejahatan di jalur Pantura mulai wilayah Kabupaten Karawang hingga Indramayu. Diantaranya, jalur Cikampek, Jatisari-Gamon, perbatasan Karawang-Subang, dan Patok Beusi-Pamanukan-Sukra-Patrol-Losarang-Jatibarang. Jalur Cirebon meliputi Susukan, Palimanan, Astanajapura sampai perbatasan dengan Jawa Tengah.

Kawasan rawan jalur tengah mulai jalur Puncak, Cianjur, Ciranjang-Cipatat, Padalarang, dan Cimahi, Cileunyi-Cadas Pangeran-Sumednag-Tomo-Kadipaten-Majalengka-Cirebon, dan Sadang-Subang-Cikamurang-Cijelag. Selain itu, juga di jalur alternatif Wanayasa-Jalan Cagak-Rancakalong-Sumedang-Wado-Malangbong.

Kawasan rawan jalur selatan setidaknya mulai jalur Cileunyi-Rancaekek-Cimanggung-Cicalengka-Nagreg, jalur Nagreg-Limbangan-Malangbong-Gentong-Ciawi-Tasikmalaya-perbatasan Banjar/Jawa Tengah, dan juga di jalur alternatif Cicalengka/Majalaya-Cijapati-Kadungora. Jalur Nagreg-Kadungora-Leles-Garut-Wanaraja-Singaparna-Tasikmalaya. 

ERICK P. HARDITopik terhangat:Anggita Sari | Bisnis Yusuf Mansur | Kursi Panas Kapolri

Baca juga:Jokowi Blusukan: `Pemerintah Kebobolan`Dipaksa Minta Maaf, Ahok Telpon Haji LulungDahlan Iskan Bakal Calon Presiden dari Demokrat

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Kamis, 29 Juli 2021

Terpopuler