JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Rabu, 4 Agustus 2021

Ini 164 Titik Rawan Kecelakaan di Sulawesi Tengah  

Reporter :

Editor : Zed abidien


Senin, 29 Juli 2013 16:42 WIB

TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Palu - Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah merilis ada 164 titik rawan kecelakaan lalu lintas di daerah itu yang bisa berakibat menghambat perjalanan mudik Lebaran 2013. Titik rawan kepadatan itu terjadi karena adanya perbaikan dan pelebaran jalan, potensi longsor, pasar tumpah, aktivitas ibadah, jalan sempit, serta persimpangan jalan.

"Karena itu, kita harapkan pengguna jalan waspada di titik-titik rawan tersebut," kata Direktur Lalu Lintas Polda Sulawesi Tengah, Komisaris Besar Polisi Agus Wijayanto, Senin, 29 Juli 2013.

Agus mengatakan lokasi rawan kecelakaan di Kabupaten Parigi Moutong paling banyak terdapat di jalur Tawaeli-Toboli, atau dikenal dengan Jalur Kebun Kopi. Di jalur sepanjang 35 kilometer tersebut terdapat banyak tikungan curam sehingga pengguna kendaraan harus berhati-hati. Selain itu, jalur tersebut rawan tanah longsor dengan jurang berada di sisi jalan.

Agus menambahkan, lokasi rawan kepadatan lalu lintas terbanyak berada di Kabupaten Tolitoli, yakni sebanyak 10 titik yang sebagian besar disebabkan oleh jalan sempit. Kemudian Kabupaten Banggai dengan tujuh titik rawan kepadatan lalu lintas. Kepadatan lalu lintas itu disebabkan adanya persimpangan jalan, pasar tumpah, dan adanya rumah ibadah.

Di Kabupaten Tolitoli, warga juga memanfaatkan badan jalan sebagai tempat menjemur cengkeh. Maklum, Tolitoli merupakan wilayah penghasil cengkeh terbesar di Sulawesi Tengah.

Pengguna jalan terkadang harus menghentikan kendaraannya saat kendaraan lain datang dari arah berlawanan. Sebab, jika dipaksa jalan, akan bersenggolan dan mengakibatkan kecelakaan. "Barusan angkot saya baku senggol dengan motor yang dipaksa masuk, karena sama-sama sudah di tengah jadi baku senggol. Jemuran ada di kiri-kanan bikin sempit jalan," kata seorang sopir angkot.

Jemuran cengkeh di badan jalan tak hanya menghambat arus kendaraan. Para pejalan kaki pun harus mengambil jalur alternatif untuk melintas agar tidak menginjak jemuran cengkeh atau tersambar kendaraan yang lalu-lalang.

Sementara itu, di Kabupaten Buol, Kabupaten Poso, dan Kabupaten Donggala, diprediksi tidak ada lokasi rawan kepadatan lalu lintas. Di Kabupaten Buol juga hanya ada satu lokasi rawan kepadatan lalu lintas, yakni di Pasar Sentral Biau.

Adapun jalan sepanjang 500 kilometer yang berada di perbatasan Kabupaten Poso dan Provinsi Gorontalo juga termasuk wilayah rawan kecelakaan lalu lintas.

Untuk pengamanan Lebaran tahun ini, Polda Sulteng menyiapkan 1.250 personel. Jumlah petugas itu belum termasuk tambahan dari aparat mitra Polri sebanyak 402 orang, seperti TNI, satuan polisi pamong praja, dinas perhubungan, dinas kesehatan, Palang Merah Indonesia, petugas pemadam kebakaran, serta pramuka. "Jumlah pasukan pengamanan itu masih bisa berkurang atau bertambah sesuai perkembangan," kata juru bicara Polda Sulteng, AKBP Soemarno.

DARLIS

Topik Terpanas:Anggita Sari | Bisnis Yusuf Mansur | Kursi Panas Kapolri | Hormon Daging Impor | Bursa Capres 2014

Berita Terpopuler:7 Pengacara Bermasalah versi ICWSuap MA, KPK Bidik Pelaku Selain Mario dan DjodiRachell Dougall, Teman Ratu Narkoba Kerobokan?Pengacara Mario: KPK Jangan Umbar Wacana ICW: Pengadilan Tipikor Siaga Satu

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Rabu, 4 Agustus 2021

Terpopuler