JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 25 Juli 2021

Ini Jalur Alternatif Hindari Macet Pantura  

Reporter :

Editor : Abdul Djalil Hakim.


Senin, 29 Juli 2013 12:05 WIB

Jalan Pantura. ANTARA/Dedhez Anggara

TEMPO.CO, Bojonegoro - Sejumlah jalur alternatif bisa dimanfaatkan oleh para pemudik guna menghindari kemacetan di jalur panti utara (pantura). Jaraknya pun lebih pendek, meski jalan sedang dalam perbaikan.

Berdasarkan data Tempo, dari Provinsi Jawa Tengah ke Provinsi Jawa Timur bisa dimulai dari Kabupaten Rembang, mengarah ke Cepu, Kabupaten Blora, lalu menuju Padangan, Kabupaten Bojonegoro, untuk seterusnya ke Babat, Kabupaten Lamongan, Gresik, hingga Surabaya.

”Harus jalan perlahan-lahan, terutama di Kecamatan Kalitidu, karena sedang dilakukan perbaikan, juga pelebaran dari 8 meter menjadi 12 meter,” kata seorang sopir, Suroso, kepada Tempo, Senin, 29 Juli 2013.

Selain itu, juga bisa melewati jalur Rembang ke Ngawi, dengan melalui Cepu, Padangan, hingga kemudian Surabaya. Bahkan, perjalanan dari Semarang ke Surabaya bisa ditempuh melalui Kabupaten Demak, Purwodadi. Selanjutnya ke arah Cepu, lalu masuk ke Bojonegoro, Lamongan, Gresik, hingga Surabaya.

Melewati jalur-jalur tengah tersebut, bisa memperpendek jarak. Dari Semarang ke Bojonegoro, jika melewati pantura sekitar 195 kilometer, tapi melawati Purwodadi, sekitar 170 kilometer.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro Iskandar mengatakan, Bojonegoro bisa menjadi patokan bagi para pemudik. Letaknya di bagian tengah Pulau Jawa, bisa dilalui dari berbagai daerah dari Jawa Tengah. Letaknya pun di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. ”Para pemudik sudah biasa menggunakan jalur ini untuk menghindari kemacetan di jalur pantura,” ujarnya kepada Tempo.

Bojonegoro pun bisa menjadi titik penghubung antara Kabupaten Nganjuk ke arah Tuban. Namun, Iskandar meminta perhatian pemudik agar berhati-hati. Jalur sepanjang 120 kilometer itu berkelok-kelok, juga sempit, serta berkabut, terutama di hutan jati di Kecamatan Gondang dan Kecamatan Temayang. ”Kondisi jalan cukup bagus. Hanya saja perlu kewaspadaan, terutama pada malam hari.”

SUJATMIKO

 

KOMENTAR

JADWAL IMSAK DKI JAKARTA

Minggu, 25 Juli 2021

Terpopuler